Pariwisata Bali Sudah Dibuka, Wisatawan Diimbau Tak Khawatir Soal Protokol Kesehatan
Reuters
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Calon wisatawan yang hendak ke Bali juga tidak perlu khawatir terutama saat menginap di homestay atau penginapan masyarakat karena desa-desa adat di Bali telah melakukan 'pararem'

WowKeren - Bali telah membuka kembali sektor pariwisatanya sejak Jumat (31/7). Namun, pembukaan ini diperuntukkan bagi wisatawan domestik atau nusantara.

Kendati sektor wisata sudah dibuka, namun perlu dicatat jika kasus COVID-19 di Bali masih tinggi. Namun, tim Gugus Tugas juga mencatat angka kesembuhan pasien COVID-19 terus naik.

Walau bagaimanapun juga, perekonomian harus tetap berjalan. Oleh sebab itu, sektor kesehatan dan perekonomian sama-sama harus diprioritaskan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan COVID-19.

"Karena antara ekonomi dan kesehatan itu kan sama-sama pentingnya," kata Putu dilansir Kompas, Sabtu (1/8). "Jadi sebelum vaksin itu diperoleh, protokol kesehatan ini lah yang bisa menjembatani agar masyarakat kita bisa beraktivitas."


Mengenai angka kematian di Bali, ia menyebut jika jumlahnya relatif rendah. Hal itu berarti pasien sembuh di Bali juga kian meningkat. Lebih jauh, ia mengimbau agar calon wisatawan yang hendak ke Bali juga tidak perlu khawatir terutama saat menginap di homestay atau penginapan masyarakat.

Sebab, desa adat di Bali yang jumlahnya lebih dari 1.400 telah melakukan pararem. Ini merupakan kesepakatan untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menertibkan protokol kesehatan.

"Saya sangat berterima kasih dengan semua desa adat dan desa dinas," lanjut Putu. "Yang bersinergi dengan kita untuk menerapkan protokol kesehatan."

Dengan dibukanya wisata Bali untuk wisatawan nusantara ini maka bisa menjadi harapan baru bagi para karyawan yang bekerja di sektor pariwisata yang sebelumnya terimbas pandemi COVID-19. Ia pun mendorong wisatawan dari luar Bali untuk datang berkunjung. "Bagi yang sudah lama di-lockdown seperti di Jakarta, Surabaya sehat-sehat selalu dan silakan datang ke Bali," kata Putu.

Kendati demikian, ia menyadari jika pemulihan sektor wisata akan membutuhkan proses. "Kita belum terlalu muluk-muluk dalam situasi seperti ini, yang penting ada membangun semangat optimisme dari teman-teman industri pariwisata kita," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts