Wali Kota Risma Sebut Surabaya 'Zona Hijau', Apa Artinya?
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Tri Rismaharini menyebutkan jika Surabaya telah menjadi 'zona hijau'. Padahal menurut situs milik Satgas COVID-19 Pusat, Kota Pahlawan masih berstatus zona merah.

WowKeren - Pertambahan kasus baru virus corona (COVID-19) di Indonesia belum mereda. Bahkan beberapa waktu terakhir muncul sejumlah klaster baru yang diakibatkan minimnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sejumlah kota dan daerah juga banyak yang terpantau berzona merah seperti yang terlihat pada situs milik Satgas COVID-19 Pusat. Di antara daerah zona merah tersebut ada Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari Surabaya, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Jombang dan Kabupaten Mojokerto.

Meski begitu, Wali Kota Tri Rismaharini menyebutkan jika Surabaya telah menjadi zona hijau. Apa maksudnya?

"Di mana kondisi Surabaya sudah (zona) hijau yang artinya penularannya kita sudah rendah," kata Risma saat teleconference dengan pedagang serta perwakilan masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Gunung Anyar, Minggu (2/8). "Lalu yang sembuh sudah banyak."

Diketahui, Jalan Rungkut Menanggal tepatnya yang berbatasan dengan Perumahan Pondok Tjandra telah dibuka kembali. Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar masyarakat dapat mengaktifkan kembali usahanya.


Dengan dibukanya kembali Jalan Rungkut Menanggal, Risma berharap warga di sekitar lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. "Saya membuka ini supaya masyarakat bisa aktif kembali dengan usahanya. Jadi mohon untuk dipatuhi jangan terjadi hal yang tidak diinginkan," harapnya.

Risma juga memastikan akan terus mengembangkan protokol kesehatan yang sudah ada. Seperti membuat protokol di bengkel, serta kawasan perdagangan.

"Akan saya tata itu. Saya beri tirai plastik, nampan untuk transaksi," jelasnya. "Kemudian wastafel di titik-titik keramaian. Saya berharap nanti kita bisa menata pasar seperti pasar-pasar yang lain."

Selain itu, Risma juga meminta Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo lebih dioptimalkan guna menekan angka penyebaran. Para camat juga harus melakukan pendampingan dan pemantauan.

"Mohon untuk saling mengingatkan satu sama lain," pungkasnya. "Apalagi sudah ada Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dijaga jaraknya kalau ada pembeli yang tidak menggunakan masker boleh tidak dilayani."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts