Tim Pelacak Asal-Usul Virus Corona di Tiongkok Ditarik, Berhasil Buktikan Wabah dari Wuhan?
Dunia
Pandemi Virus Corona

WHO menerjunkan sekelompok pakar ke Wuhan, Tiongkok, sebagai tim pendahulu untuk melacak asal-usul wabah virus Corona. Tim itu diumumkan purna tugas pada Senin (3/8) kemarin.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui akhirnya menerjunkan tim pendahulu untuk meneliti soal asal-usul virus Corona yang "menggoyang" dunia selama lebih dari setengah tahun belakangan. Namun pada Senin (3/8) kemarin, dalam konferensi pers mingguannya, WHO mengumumkan bahwa tim pendahulu sudah menyelesaikan misi mereka di Tiongkok.

"Salah satu bidang yang kami terus pelajari adalah asal-usul virus yang menyebabkan COVID-19," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Kantor Pusat di Jenewa. Sebagai gantinya, WHO dan para ahli Tiongkok akan melanjutkan misi ini dengan membentuk tim internasional yang dipimpin oleh WHO, yang saat ini masih dalam penyusunan kerangka acuan.

"Tim internasional akan mencakup para ilmuwan dan peneliti terkemuka dari Tiongkok dan seluruh dunia," ujar Tedros, seperti dikutip pada Selasa (4/8). Lantas bagaimanakah hasil dari tim pendahulu ini?

Tak ada penjelasan gamblang soal hasilnya, merujuk fakta bahwa tim ini hanyalah langkah pendahulu sebelum penelitian lebih besar dilakukan. Hanya saja WHO juga menegaskan, walaupun klaster COVID-19 pertama kali "meledak" di Wuhan, Tiongkok, bukan berarti daerah itu merupakan lokasi perdana penularan virus Corona dari hewan ke manusia.


Direktur Eksekutif Program Kesehatan Darurat WHO, Michael Ryan, menyebut diperlukan studi lebih luas untuk bisa mengetahui pasti sumber penularan COVID-19. Dan lebih baik melacak hal ini terlebih dahulu ketimbang beralih pada penelitian terhadap hewan.

"(Diperlukan) studi epidemiologi retrospektif yang lebih luas untuk menemukan kaitan antara kasus-kasus yang ada," ujar Ryan. "Mencari petunjuk pertama yang 'meleburkan' batasan antara spesies hewan dan manusia (harus dilakukan)."

Sebagai informasi, tim pendahulu yang tersusun oleh para pakar yang ditunjuk WHO, sudah mulai bekerja sejak tiga pekan yang lalu. Penelitian dilakukan di sekitar pasar makanan laut Wuhan, yang juga menjadi lokasi pertama kali klaster COVID-19 ditemukan di dunia.

Sementara itu, tim pendahulu ini diterjunkan usai berbagai negara menunjukkan sikap tidak percaya atas kredibilitas WHO. Pasalnya sebelumnya WHO selalu menegaskan virus Corona belum tentu berasal dari laboratorium di Tiongkok, sebagaimana banyak teori konspirasi yang beredar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts