WHO Minta Masyarakat Tak Terlalu Berharap pada Vaksin COVID-19
Health
Pandemi Virus Corona

WHO mengklaim mungkin tidak akan ada solusi sederhana untuk COVID-19 dan perjalanan untuk menuju hidup kembali ke kondisi normal masih sangat panjang.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan untuk tak terlalu berharap pada vaksin COVID-19 meskipun memiliki peluang besar. Lembaga yang berada di bawah naungan PBB itu mengklaim mungkin tidak akan ada solusi sederhana untuk COVID-19 dan perjalanan untuk menuju hidup kembali ke kondisi normal masih sangat panjang.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan, mendesak semua negara untuk secara ketat menegakkan langkah-langkah kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak sosial, mencuci tangan, dan melakukan pengujian. "Pesan kepada orang-orang dan pemerintah jelas. 'Lakukan itu semua'," kata Tedros pada pengarahan dari Kantor Pusat WHO di Jenewa.

Tedros mengatakan masker wajah harus menjadi simbol solidaritas di seluruh dunia. "Sejumlah vaksin sekarang dalam uji klinis fase tiga dan kami semua berharap memiliki sejumlah vaksin efektif yang dapat membantu mencegah orang dari infeksi. Namun, saat ini tidak ada solusi sederhana, mungkin tidak akan pernah ada," tegasnya.

Sedangkan Mike Ryan mengatakan negara-negara dengan tingkat penularan yang tinggi, termasuk Brasil dan India, perlu bersiap untuk pertempuran besar. "Jalan keluarnya panjang dan membutuhkan komitmen yang berkelanjutan," ujarnya.


Para pejabat WHO juga mengatakan tim investigasi tingkat lanjut di Tiongkok, tempat virus itu berasal, belum kembali. Sebuah tim lebih besar yang terdiri dari para ahli Tiongkok dan internasional yang dipimpin oleh WHO, direncanakan diterjunkan untuk mempelajari asal-usul virus di kota Wuhan, walaupun waktu dan pengaturannya belum jelas.

Terlepas dari hal tersebut, hingga kini WHO terus mencatat lonjakan kasus baru COVID-19 per harinya. Sejauh ini, angka kenaikan terbesar kasus baru COVID-19 berasal dari Amerika Serikat, Brasil, India, dan Afrika Selatan. Sedangkan jumlah kematian harian masih tetap sama, yakni sekitar 5.000 kematian per hari.

AS sendiri hingga kini memang terus mengalami lonjakan kasus baru maupun kematian yang disebabkan oleh COVID-19. Berdasarkan statistik Worldometers.info, AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 4,8 juta kasus corona dengan 158,975 kematian.

Sebagai informasi tambahan, secara global tercatat ada lebih dari 18,4 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 698,272 angka kematian. Ada lebih dari 11,7 juta pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini kasus aktif COVID-19 menyentuh angka 6,076,714 orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts