Kasus Terus Melesat, Vietnam Justru Kekurangan Alat Tes COVID-19
Reuters/Nguyen Huy Kham
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sebelumnya Vietnam mampu mengatasi outbreak dengan tes massal dan karantina yang ketat. Namun rupanya cara ini tidak mempan ketika gelombang infeksi baru melanda negeri itu

WowKeren - Pada Selasa (4/8), Vietnam melaporkan 28 kasus COVID-19 baru dan dua kematian. Jumlah ini menjadikan total kasus menjadi 670, dengan delapan orang dinyatakan meninggal.

Ibu Kota Hanoi menyebutkan jika pihaknya kekurangan alat rapid test untuk warganya. Sehingga langkah screening massal tidak bisa dilanjutkan di tengah kian maraknya kasus baru di sana.

Sebelumnya Vietnam mampu mengatasi outbreak dengan tes massal dan karantina yang ketat. Namun rupanya cara ini tidak mempan ketika negara tersebut mulai berperang melawan gelombang infeksi baru, setelah lebih dari 3 bulan "bersih" dari corona.

Sejak 25 Juli, gelombang virus corona baru telah menginfeksi 220 orang di Vietnam. Sebagian besar dari mereka berada di Kota Danang. Hingga kemudian virus ini menyebar ke 8 wilayah provinsi lainnya, termasuk Hanoi dan Ho Chi Minh.


Selain Danang, lockdown juga diterapkan di Buon Ma Thuot yang terletak di Dataran Tinggi Tengah penghasil kopi. Juru bicara pemerintah menyebut untuk saat ini masih belum ada rencana untuk menerapkan lockdown secara nasional.

Sebagian besar kasus pada Selasa didominasi dari Danang. Lebih dari 88.000 orang telah kembali dari Danang ke Hanoi sejak 8 Juli. kendati demikian, pengujian baru dilakukan pada 70.689 orang.

Dilansir Globe dan Mail, Rabu (5/8), kesenjangan terjadi lantaran jumlah alat rapid test yang tidak memadai. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh media pemerintah setempat.

Sementara itu, pimpinan pabrik alat tes PCR Viet A Corp, Phan Quoc Viet, menegaskan jika Vietnam tidak kekurangan alat tes PCR. Ia mengatakan pabriknya mampu menyediakan jumlah alat tes yang cukup untuk memenuhi kebutuhan negara dalam melakukan screening massal yang lebih luas.

"Vietnam tidak kekurangan alat tes COVID-19," kata Viet kepada Reuters. "Kami memiliki cukup untuk dua juta tes PCR dan bersedia memberikan alat tes yang cukup bagi negara untuk melakukan program tes massal yang luas.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts