Agensi BTS Siap Masuk Bursa Efek Korsel, Big 3 Diminta Hati-Hati
Selebriti

Big Hit Entertainment yang merupakan agensi BTS siap masuk bursa efek Korea Selatan tahun ini melalui mekanisme penawaran umum saham perdana. Begini komentar netizen.

WowKeren - Big Hit Entertainment yang merupakan agensi BTS (Bangtan Boys) siap masuk bursa efek Korea Selatan tahun ini melalui mekanisme penawaran umum saham perdana atau IPO (initial public offering). Perhatian netizen tertuju pada SM, YG dan JYP Entertainment yang dikenal sebagai Big 3.

Menurut laporan pada 7 Agustus, saat ini dokumen penawaran umum IPO Big Hit telah melewati tahapan awal di bursa Korea Exchange. Dikatakan bahwa perusahaan yang didirikan oleh Bang Shi Hyuk itu telah memenuhi persyaratan.

Big Hit menyentuh jackpot dengan kesuksesan BTS secara global. Selain BTS, Big Hit juga menaungi TXT yang mencetak sukses sebagai grup pendatang baru.

Tahun lalu, Big Hit mengumpulkan laba operasi tertinggi sepanjang masa sebesar 97,8 miliar won (atau setara Rp 1,21 triliun) setelah mencatatkan laba operasi 64,1 miliar won pada 2018 dan 32,5 miliar won pada 2017. Keuntungan operasinya tahun lalu bahkan melebihi Big 3 yang semuanya terdaftar sebagai perusahaan publik.


SM Entertainment memiliki keuntungan operasional sebesar 40,4 miliar won tahun lalu, sementara JYP Entertainment mengantongi 43,5 miliar won. YG Entertainment di sisi lain membukukan laba operasi sebesar 2 miliar won. Sementara itu, analis memperkirakan nilai Big Hit bisa mencapai sekitar 4 triliun won atau setara Rp 50 triliun.

Shin Seung Jin, analis di Samsung Securities, menyatakan, "Fakta bahwa kapitalisasi pasar gabungan dari tiga agensi hiburan tidak lebih dari 2,6 triliun won, nilai dari Big Hit Entertainment yang akan segera terdaftar (di bursa) akan lebih dari itu."

Bang Shi Hyuk memegang saham terbesar dengan total 43,4 persen saham. Diikuti oleh perusahaan pengembang game Netmarble yang memegang 25 persen saham. Tahun lalu, Big Hit telah mengakuisisi perusahaan game Superb dan agensi Source Music dan Pledis Entertainment, yang menaungi G-Friend, Seventeen (II), NU'EST dan lainnya.

"Tampaknya Big Hit dapat melampaui gabungan SM, JYP dan YG bahkan tahun ini," komentar netizen. "Lebih baik tidak menyebutkan laba operasi YG," tambah netizen lain. "Aku tidak tahu, tapi laba operasi YG terlalu rendah dibandingkan dengan biro iklan lain. Apa sih yang YG lakukan?" sahut yang lain.

"Perusahaan-perusahaan lain terus memiliki keuntungan operasional yang kurang dan lebih sedikit karena bundel. Mereka berpikir mendapatkan nomor satu atau tinggi di tangga lagu adalah segalanya tapi sebenarnya mereka terus kalah. Mereka harus hati-hati," pungkas lainnya.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts