Sandiaga Sebut Pandemi COVID-19 Ubah Dunia, Ungkap Wajah Asli Kepemimpinan Negara
Nasional
Pandemi Virus Corona

Di masa pandemi ini, kehadiran negara amat dibutuhkan. Seberapa jauh campur tangan negara dalam menangani pandemi ikut andil dalam keberhasilan menekan laju penularan.

WowKeren - Sandiaga Uno berbicara mengenai pandemi COVID-19 yang telah menjangkiti negara-negara di dunia. Ia menilai jika pandemi ini telah menghadirkan perubahan secara global.

Virus ini mengakibatkan terjadinya krisis di banyak sektor kehidupan yang turut mencetak sejarah dunia hingga mendorong terjadinya perubahan. Hal itu disampaikan olehnya dalam sebuah seminar virtual, Jumat (14/8).

"Kita sedang menuliskan sejarah masa depan pandemi sebagaimana banyak tragedi lain yang pernah terjadi di dunia mendorong terjadinya perubahan," kata Sandiaga. "Masa depan datang lebih cepat menyapa kita melihat bagaimana negara negara di dunia menuliskan sejarah masa depan dengan cara berbeda-beda."

Di masa pandemi ini, kehadiran negara amat dibutuhkan. Seberapa jauh campur tangan negara dalam menangani pandemi ikut andil dalam keberhasilan menekan laju penularan. Ia mencontohkan Tiongkok dan Vietnam dan negara-negara lain di Asia terkait kehadiran negara dalam masa krisis. "Korea Selatan dan Taiwan yang punya jejak terdeteksi peran politik dalam sejarahnya juga memberi ruang luas untuk kehadiran negara di masa krisis," ujarnya.


Prestasi Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pun tak luput dari apresiasinya. Begitu juga dengan Jerman yang melakukan tes massal hingga berhasil menekan angka kematian secara signifikan. "Sementara Sanna Marin perdana menteri Finlandia yang masih berusia 34 tahun menunjukkan kapasitas luar biasa menghadapi pandemi," kata Sandiaga.

Sebaliknya, kondisi yang bertolak belakang justru terjadi pada Inggris maupun Amerika Serikat. Ia menyoroti keduanya sebagai kampiun demokrasi yang luluh lantak karena COVID-19. Banyak yang mempertanyakan kepemimpinan Boris Johnson yang menggaungkan Brexit serta Donald Trump yang menggaungkan 'Make America Great Again'.

"Pemimpin populis yang biasa ditemukan di tengah masyarakat yang mengagung-agungkan kejayaan silam," lanjutnya. "Sebuah Ironi yang terjadi di Inggris dan Amerika Serikat."

Kehadiran internet, dikatakan Sandiaga ikut andil dalam "membongkar" eksistensi negara yang sering memberi akses negatif pada globalisasi ekonomi. Namun di tengah perjuangan melawan pandemi seperti sekarang ini, negara dan kepemimpinan nasional tentunya kembali menampakkan wajah aslinya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts