COVID-19 Bikin Angka Perceraian di Tangsel Meningkat, DKI Malah Antisipasi Ledakan Kelahiran
Rawpixel/Teddy Rawpixel
Nasional

Faktor ekonomi yang kian sulit selama wabah COVID-19 menjadi alasan utama perceraian. Namun di DKI Jakarta malah perlu diantisipasi lonjakan angka kelahiran karena pelaksanaan PSBB.

WowKeren - Pandemi COVID-19 tak hanya berdampak pada aspek kesehatan tetapi juga sektor-sektor kehidupan lain. Termasuk diantaranya perihal ketahanan pernikahan hingga kelahiran-kelahiran baru.

Bahkan baru-baru ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendapati kenaikan angka perceraian selama pandemi COVID-19. Kepala Kantor Agama Kota Tangsel, Abdul Rojak, menyatakan ada tiga penyebab meningkatnya perceraian.

"Rata-rata faktor yang pertama itu ya soal ekonomi," ujar Rojak, Selasa (18/8). Penyebab kedua adalah soal ketahanan keluarga yang lemah, serta terakhir akibat lemahnya keimanan dan ketakwaan.

Namun Rojak menyebut faktor ekonomi merupakan alasan utama terjadi peningkatan perceraian ini. Pasalnya selama pandemi COVID-19, banyak masyarakat yang kesulitan bekerja atau bahkan dirumahkan sehingga menimbulkan cekcok tersendiri.


Namun berbeda dengan situasi di Tangsel yang dihadapkan dengan banyak perceraian, Ibu Kota malah tengah mengantisipasi terjadinya ledakan jumlah kelahiran. Hal ini diungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta agar seluruh jajaran mengantisipasi kenaikan angka kelahiran, yang disebutkannya juga terjadi di seluruh dunia.

Menurutnya kenaikan angka kelahiran ini tak lepas dari minimnya aktivitas selama pandemi COVID-19 yang banyak difokuskan di rumah. Karena itulah potensi kehamilan juga meningkat.

"Angka kehamilan meningkat. Ini fakta di seluruh dunia," kata Anies dalam rapat yang ditayangkan di akun YouTube Pemprov DKI, Senin (17/8). "Kita ini, jangan sampai situasinya adalah kita tidak mengantisipasi perubahan. Kalau tidak antisipasi, repot sekali."

Anies lantas menginstruksikan Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Catur Laswanto untuk memetakan data persalinan di Jakarta serta rasio tingkat penggunaan tempat tidur. Data ini penting untuk memantau jumlah penggunaan tempat tidur di fasilitas kesehatan selama beberapa bulan ke depan.

Selain itu, Anies juga meminta agar Dinas Kesehatan mengumpulkan para bidan demi mengantisipasi tingkat kelahiran. "Dari sekarang bidan, rumah bidan dikumpulkan, ayo kerja sama dengan pemerintah kenapa? Antisipasi tingkat kelahiran yang meningkat," pungkas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, dilansir dari Kompas.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait