Pemerintah Kota Danang, Vietnam, berusaha mencegah timbulnya klaster Corona di pasar dengan menerapkan sistem ticketing. Begini cara kerja selengkapnya.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 22 Agustus 2020 - 09:08 WIB
WowKeren - Vietnam tak lagi menjadi negara yang bebas dari wabah virus Corona. Bahkan kekinian sudah ada beberapa warganya yang meninggal akibat COVID-19 sehingga pemerintah setempat harus mengambil langkah tegas untuk bisa mengendalikan wabah yang ada.
Pemerintah Vietnam sendiri menyoroti penyebaran wabah di pasar. Dan belakangan langkah Vietnam untuk bisa mengendalikan wabah COVID-19 di pasar menjadi buah bibir warganet Indonesia, sebab pemerintah setempat rupanya menerapkan sistem ticketing. Seperti apa cara kerjanya?
Sistem ticketing pasar ini sendiri diberlakukan di Kota Danang, yang notabene merupakan kota ditemukannya kasus pertama setelah 100 hari bebas COVID-19. Dengan sistem ini, setiap keluarga akan mendapatkan lima buah tiket yang berlaku selama 15 hari.
Setiap akan berkunjung ke pasar, para pengunjung diwajibkan untuk menukarkan tiketnya terlebih dahulu. Di tiket tersebut harus diisikan identitas lengkap calon pembeli baru kemudian diperkenankan berbelanja. Sehingga harapannya bisa segera dilakukan pelacakan berdasarkan data yang dituliskan di tiket tersebut apabila suatu hari teridentifikasi kasus positif COVID-19.
"(Pemerintah) Thach Lang Ward mencetak lebih dari 12 ribu tiket," jelas Nguyen Duc Huan, salah seorang pejabat setempat, dilansir pada Sabtu (22/8). "Tiket itu dibagikan ke setiap keluarga, masing-masing menerima lima lembar yang berlaku selama 15 hari."
"Masyarakat yang positif COVID-19 bisa menyebarkan virusnya apabila berkunjung ke pasar. Tentu saja ada banyak orang di pasar, sehingga cukup sulit untuk bisa melacak dengan siapa saja pasien COVID-19 sudah berkontak," imbuh pejabat lembaga pengendalian penyakit setempat, Nguyen Van Quang.
Sistem ticketing untuk berkunjung ke pasar ini jelas cukup asing di benak warga, namun mereka berusaha melakukannya dengan baik demi menjaga diri dari penularan wabah COVID-19. Bahkan beberapa warga mengaku merasa lebih aman usai menerapkan kebijakan "unik" ini, di samping tetap aktif mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker selama di pasar.
"Rasanya cukup aneh tapi saya merasa aman. Saya jadi membiasakan diri untuk ke pasar hanya 2-3 hari sekali," kata Tram Quang Vinh, salah seorang warga setempat. "Saya berusaha langsung membeli kebutuhan untuk 2-3 hari sekaligus. Karena jauh lebih baik melakukan social distancing di rumah (daripada ke pasar)," imbuh Tran Thuong Quyen.
Pihak pengelola pasar pun membenarkan bahwa pemerintah tak main-main dengan peraturan tersebut. "Kalau ada yang tidak memiliki tiket bisa langsung mengunjungi kantor pemerintahan terdekat," ujar Tran Thanh Doc.
(wk/elva)