Ini Cara Cegah Penularan Corona Dalam Ruangan Tertutup Dengan AC Sentral
Health

Klaster kedai kopi di Kota Paju, Korea Selatan, menunjukkan adanya risiko penularan virus corona dalam ruangan tertutup dengan pendingin udara. Lantas, bagaimana cara mengantisipasinya?

WowKeren - Korea Selatan baru saja melaporkan klaster baru virus corona (COVID-19) yang terjadi di sebuah kedai kopi di Kota Paju. Melansir Arirang News, sekitar 27 orang dinyatakan positif COVID-19 dalam klaster ini.

Sirkulasi udara yang tidak cukup baik dan ditambah penggunaan pendingin udara alias air conditioner (AC) dinilai menambah risiko penularan COVID-19 di kedai kopi itu. Menariknya, keempat orang karyawan yang bertugas dan mengenakan masker saat itu tidak ada yang terjangkit COVID-19.

Menurut Profesor Penyakit Menular dari Korea University Ansan Hospital, Choi Won Suk, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam klaster kedai kopi ini. Khususnya berkaitan dengan ruangan ber-AC.

"Yang pertama, sirkulasi udara di kafe tersebut kurang baik karena jendelanya tertutup," terang Choi Won Suk dilansir Arirang News pada Selasa (25/8). "Yang kedua, pasien COVID-19 duduk di depan AC dimana udara bertiup, (sehingga) droplets bisa turut menyebar."

Klaster kedai kopi ini lantas menunjukkan adanya risiko penularan virus corona dalam ruangan tertutup yang menggunakan pendingin udara. Lantas, bagaimana cara mengantisipasi penularan COVID-19 dalam situasi serupa?

Menurut Biomedical Scientist Mutiara Anissa, apabila ada seseorang yang bersin di dalam ruangan yang menggunakan AC sentral, maka virus yang keluar juga akan terbawa ke seluruh ruangan. Oleh sebab itu, Mutiara menyarankan penerapan protokol kesehatan VDJ (ventilasi, durasi, dan jarak).


Yang pertama, pastikan kita sering terpapar udara segar dan tidak terus menerus berada di ruangan tertutup tersebut. Kemudian durasi mengobrol dalam ruangan juga harus dikurangi. Jarak antar orang dalam ruangan pun harus dipastikan terjaga antara 1,5 hingga 2 meter.

"Jadi, jika di ruangan tersebut ada yang bersin dan batuk, virus yang keluar bersama bersin bakal terbawa ke seluruh ruangan," terang Mutiara dilansir Okezone. "Ini kondisinya kalau ruangan tersebut sirkulasinya buruk atau pakai AC sentral, ya."

Lebih lanjut, Mutiara menjelaskan bahwa COVID-19 sendiri belum seutuhnya airborne atau menular lewat udara. Selama ini, COVID-19 hanya dipastikan menular melalui droplets penderita.

"Yang besar droplet dan yang kecil airborne, si virus bertahan di udara selama 20 menit sebelum jatuh. Karena itu, tidak bisa dipastikan karena airborne kalau di ruangan tertutup," jelas Mutiara. "Catatan pentingnya adalah COVID-19 sampai sekarang masih diyakini menyebar lewat droplet."

Namun seperti klaster kedai kopi di atas, ada kasus dimana orang turut terpapar COVID-19 meski tak berkontak dengan pasien positif. Mutiara lantas membenarkan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi karena ruangannya tertutup.

Pasalnya, sekali lagi, virus ada di udara dalam ruangan tersebut. "Jadi, semua yang mulai kembali bekerja, harus benar-benar menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin," pungkas Mutiara.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait