Otoritas kesehatan Korea Selatan, menduga munculnya klaster keda kopi di Kota Paju, pada awal bulan Agustus lalu disebabkan pengunjung wanita berusia 30 tahun telah menjadi super spreader.
- Nidya Putri
- Senin, 24 Agustus 2020 - 12:01 WIB
WowKeren - Kasus COVID-19 di Korea Selatan kembali melonjak beberapa waktu terakhir. Hal ini membuat pemerintah setempat kembali menerapkan kebijakan 'lockdown'.
Diketahui, penyebab tingginya kasus COVID-19 di Negeri Ginseng ini dikarenakan munculnya klaster Corona pada salah satu kedai di Kota Paju, pada awal bulan Agustus. Dilansir Yonhap News, sekitar 50 orang dinyatakan positif COVID-19 dalam klaster ini.
Otoritas kesehatan setempat menduga seorang pengunjung wanita berusia 30 tahun telah menjadi super spreader dan menularkan virus Corona di kedai kopi tersebut. Terlebih sirkulasi udara yang tidak cukup baik dan ditambah penggunaan air conditioner (AC) membuat risiko penularan COVID-19 di kedai kopi itu menjadi lebih besar.
"Banyak dari pengunjung tidak menggunakan masker dan tampaknya tidak ada ventilasi udara yang baik di toko dan AC menyala karena cuaca yang lembab," kata Kepala Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC), Jung Eun Kyeong. "Bahkan jika infeksi tidak terjadi melalui transmisi aerosol, transmisi droplet juga mungkin terjadi di ruang tertutup, dan virus bisa menyebar melalui kontak tangan."
Para ahli pun menjelaskan, penularan COVID-19 di kedai kopi bisa terjadi kapan saja. Apalagi, banyak kedai kopi umumnya memiliki desain interior dengan dinding kaca, yang membuat sirkulasi udara menjadi tidak bagus.
Sementara itu, Otoritas Kota Seoul, kembali mewajibkan warga untuk menggunakan masker ketika berada di tempat umum dan di luar ruangan mulai hari ini (24/8). Pemerintah pusat juga memberlakukan pembatasan tingkat 2 dengan melarang pertemuan gereja secara langsung dan menutup kelab malam, restoran prasmanan, dan warnet.
Di Korea Selatan sendiri, terdapat tiga tingkatan pembatasan sosial dimana tingkat pertama merupakan yang paling longgar dan tingkat 3 adalah yang paling ketat. Otoritas kesehatan mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan aturan pembatasan tingkat 3 atau yang tertinggi, di mana sekolah dan tempat bisnis akan ditutup, jika penyebaran kasus baru tidak segera melambat.
(wk/nidy)