Tes Corona Indonesia Masih Minim, Rasio Lebih Rendah Dibanding Bangladesh
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, menyebut target 30 ribu tes per hari yang dipatok Presiden Joko Widodo saat ini masih cukup berat untuk dicapai karena adanya sejumlah tantangan.

WowKeren - Jumlah tes virus corona (COVID-19) rupanya masih masuk kategori minim. Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan RI per 23 Agustus 2020, tes corona di Tanah Air mencapai 2.036.771 spesimen.

Angka tersebut lebih besar dibandingkan dengan negara lain seperti Bangladesh yang mencatatkan 1.431.855 spesimen. Namun apabila dilihat dari rasio jumlah penduduk, Indonesia berada di bawah Bangladesh.

Melansir Kumparan pada Jumat (28/8), rasio tes corona di Bangladesh mencapai 8.682 tes per 1 juta penduduk. Sedangkan Indonesia rasio tes corona mencapai 7.747 tes per 1 juta penduduk.

Lebih lanjut, angka Indonesia rupanya juga hanya berbeda tipis dibanding dengan negara yang selama ini terkenal banyak ditemukan kasus kelaparan, yakni Ethiopia. Jumlah tes corona di Ethiopia mencapai 746.904 spesimen, sedangkan rasionya mencapai 6.388 tes per 1 juta penduduk.


Terkait jumlah tes corona yang masih minim ini, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 telah memberikan penjelasannya. Menurut juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, target tes yang dipatok Presiden Joko Widodo saat ini masih cukup berat untuk dicapai karena adanya sejumlah tantangan.

"Target 30 ribu dari Presiden ini cukup berat pada saat ini dicapai, rata-rata sekitar 20-25 ribu, pernah 30 ribu," ungkap Wiku dalam konferensi pers di Kantor Presiden pada Kamis (27/8). "Dan kondisi ini terjadi karena upaya untuk memperkuat lab yang ada dan maksimalkan fasilitas di lab, itu tantangan semua."

Menurut Wiku, target Jokowi sulit terpenuhi karena sumber daya manusia (SDM) yang sangat terbatas. Untuk saat ini, dilakukan mobilisasi SDM dari satu laboratorium ke laboratorium lainnya.

"SDM lab yang saat ini bekerja di lab jumlahnya tak banyak dan memerlukan mobilisasi dari SDM lab yang lebih baik," pungkas Wiku. "Sehingga jam operasional lab bisa ditingkatkan, jejaring pengiriman ke lab diatur sehingga tak terjadi antrean panjang."

Di sisi lain, Indonesia kembali mencatatkan rekor kasus COVID-19 harian tertinggi pada Kamis (27/8) kemarin. Sebanyak 2.719 orang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 dalam sehari, sehingga jumlah akumulatif kasus di Indonesia kini menyentuh angka 162.884 orang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts