Mendikbud Siapkan Anggaran Untuk Bantu Mahasiswa Tak Mampu yang Putus Kuliah
Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim tidak ada mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang putus kuliah atau drop out di tengah pandemi COVID-19 lantaran tak mampu membayar UKT.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengucurkan anggaran kepada perguruan tinggi negeri (PTN) untuk membantu mahasiswa tak mampu yang terpaksa putus kuliah atau drop out di tengah pandemi corona (COVID-19). Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Kerja dengan Komisi X, di Gedung DPR, Senayan, Kamis (27/8).

"Kecemasan anak-anak PTN, saya dan jajaran saya di Kemendikbud akan memastikan bahwa tidak akan ada yang DO disebabkan karena ketidakmampuan membayar UKT (uang kuliah tunggal) semester ini," kata Nadiem. Nadiem mengatakan bahwa penerapan uang kuliah tunggal (UKT) di tengah pandemi virus corona sudah diatur dalam Permendikbud No. 25 Tahun 2020. Nadiem menginstruksikan perguruan tinggi negeri (PTN) memberi keringanan UKT bagi mahasiswa yang ekonominya terdampak COVID-19.,/p>

Selain itu, ia telah memberikan bantuan UKT sebanyak Rp 1 triliun untuk mahasiswa PTN dan beberapa PTS. Dengan begitu, ia menilai tidak akan ada mahasiswa yang terpaksa putus kuliah karena terdampak pandemi. "Itu komitmen kami, dengan permendikbud, bantuan UKT. Kami pastikan anak tidak keluar dari sekolah karena faktor ekonomi," tambahnya.


Polemik terkait biaya UKT sendiri telah ramai diperdebatkan oleh mahasiswa sejak awal pandemi. Mereka menilai kebijakan kampus mewajibkan mahasiswa membayar UKT secara penuh tidak adil mengingat pembelajaran dilakukan di rumah via internet.

Selain itu, pada kesempatan yang sama Nadiem juga menjanjikan tunjangan pulsa untuk siswa, guru, hingga mahasiswa demi mendukung program PJJ selama pandemi COVID-19. Namun, mantan bos GoJek tersebut masih belum bisa memberikan kepastian kapan tunjangan pulsa akan dicairkan.

"Selama ini kami sudah lakukan perjuangan internal untuk bisa mendapatkan anggaran tambahan, anggaran baru untuk bisa menjawab kecemasan masyarakat nomor satu di saat ini," katanya. "Dari semua kecemasan sudah jelas nomer satu itu apa, pulsa, pulsa, pulsa. Data, data, data."

Terkait rincian kuota internet yang bakal dibagikan oleh Mendikbud adalah siswa sebesar 35 gb per bulan dan guru 42 gb per bulan. Sedangkan untuk mahasiwa dan dosen juga akan diberikan kuota internet sebanyak 50 gb per bulan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts