Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan jika semburan itu tidak mengandung gas. Sehingga ia meminta warga sekitar untuk tidak panik
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 16:35 WIB
WowKeren - Warga Oro-oro Kesongo, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, dikejutkan dengan semburan lumpur yang terjadi pada Kamis (27/8). Semburan lumpur tersebut menyebabkan empat orang pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah buka suara mengenai hal ini. Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan jika semburan itu tidak mengandung gas. Sehingga ia meminta warga sekitar untuk tidak panik.
"Sebenarnya tidak mengandung gas namun mengandung air garam," kata dia dilansir Suara, Jumat (28/8). Terkait adanya warga yang pingsan, ia menduga penyebabnya adalah karena panik. Semburan lumpur inipun terus berlanjut. "Dari kemarin itu sebenarnya semburannya tidak berhenti, cuma berkurang saja power letupannya," ujarnya.
Sementara itu, terkait luas semburan lumpur yang diprediksi akan melebar, ia menepis hal itu. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan akan terjadi rembesan. "Sebenarnya tidak akan meluas semburan lumpurnya. Hanya saja ada rembesan lumpur," imbuhnya.
Ia menduga jika mungkin saja ke depannya akan ada lagi semburan serupa. Sebab sampai saat ini bunyi desusan masih terdengar. Kendati demikian, jika memang akan muncul lagi semburannya belum bisa diketahui pasti waktunya. "Meski masih ada bunyi desusnya, kita belum tau waktu semburan lumpur yang akan datang," jelasnya.
Salah seorang staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Agung mengatakan, letusan gas dan lumpur di Oro-Oro Kesongo itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Warga yang kala itu melintas di sekitar lokasi kaget dan segera menyelamatkan diri.
"Menurut keterangan saksi, saat itu warga tengah menggembalakan kerbau di lokasi," kata Agung dilansir Solopos. "Tiba-tiba tanah bergetar dan mengeluarkan lumpur. Warga langsung berlari menyelamatkan diri, tanpa menghiraukan ternaknya."
Kawasan itu, dikatakannya, memang kerap mengeluarkan lumpur dan gas sebab tanah di sana memang mengandung belerang. "Biasanya banyak warga yang datang ke lokasi buat cari pesugihan. Lokasinya mirip kayak Bledug Kuwu di Grobogan," tuturnya.
(wk/zodi)