Status zona Surabaya memang berubah-ubah. Adapun status zona merah ini adalah yang ketiga kalinya bagi Surabaya, setelah sebelumnya sempat dua kali berstatus zona oranye
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 19:03 WIB
WowKeren - Setelah sempat turun ke zona oranye, Kota Surabaya kini kembali berstatus zona merah COVID-19. Hal ini pun telah dibenarkan oleh Anggota Gugus Kuratif Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Makhyan Jibril.
"Iya ini sudah dicek," kata Jibril dilansir Detik, Jumat (28/8). "Ternyata memang kembali merah."
Status zona Surabaya memang kerap mengalami perubahan. Adapun status zona merah ini adalah yang ketiga kalinya bagi Surabaya, setelah sebelumnya sempat dua kali berstatus zona oranye.
Pemerintah Kota Surabaya pun buka suara mengenai hal ini. Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto mengungkapkan jika naiknya status zona ini disebabkan karena masifnya testing yang dilakukan.
"Iya karena testing yang semakin ditingkatkan dan masif dilakukan," kata Irvan masih dilansir Detik. Testing ini dilakukan hampir setiap hari, meliputi rapid test maupun swab test.
Ia kemudian membeberkan pada Kamis (27/8), Pemkot telah melakukan rapid test terhadap 691 orang. Rapid test juga digelar rutin kepada guru di sekolah.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 137 orang guru dikonfirmasi positif corona, empat orang di antaranya bahkan dilaporkan meninggal dunia.
"Contohnya pada 27 Agustus 2020. Dalam satu hari dilakukan rapid test kepada 691 orang," ujarnya. "Total reaktif 133 atau persentase reaktif 19,2 persen dan nonreaktif 558."
Pihak Pemkot terus menggencarkan sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat agar tertib menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Bahkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga kerap turun ke lapangan untuk mengingatkan warganya secara langsung.
Irvan menyebut jika pemutusan rantai penularan COVID-19 kuncinya ada pada kesadaran masyarakat. Ia pun mengklaim jika masyarakat Surabaya sudah memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol pencegahan COVID-19.
"Kita percuma melakukan apa pun yang dilakukan pemerintah kalau masyarakat tidak mengubah, tidak sadar dan tidak mengubah perilaku," tutur Irvan. "Alhamdulillah warga Surabaya kesadarannya sudah tumbuh dan sekarang sudah mulai mengubah perilaku, membiasakan yang tidak biasa."
(wk/zodi)