Di Eropa saat ini tengah gencar menggelar aksi anti-Islam yang berujung meludahi dan pembakaran Al-Qur'an. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim pun memberi respon 'adem' menanggapi persoalan ini.
- Nidya Putri
- Selasa, 01 September 2020 - 12:50 WIB
WowKeren - Demonstrasi anti-Islam di ibu kota Norwegia, Oslo berujung pada bentrokan. Tak hanya itu, demonstrasi tersebut juga diwarnai aksi meludahi serta membakar Al-Qur'an.
Unjuk rasa yang digelar pada hari Sabtu (29/8) lalu tersebut diorganisir oleh kelompok Stop Islamization of Norway (SIAN). Ratusan pengunjuk rasa tampak berkumpul, menabuh genderang dan meneriakkan "Tidak ada rasis di jalanan kami," seperti dilaporkan kantor berita DPA.
Tak sedikit dari peserta demo yang merobek halaman dari Al-Qur'an dan meludahinya. Aksi serupa juga terjadi di Swedia dimana para demonstran membakar Al-Qur'an. Aksi tersebut tentunya menjadi sorotan dunia, hingga tak jarang yang memberi kecaman keras.
Menanggapi aksi-aksi anti-Islam yang terjadi di Eropa, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pun merespon dengan tenang. PWNU Jatim meminta agar umat Islam di Indonesia menyikapi hal ini dengan kepala dingin.
"Saya berharap Muslim di Indonesia sudah dewasa, kita sudah tahu bahwa memang hal-hal seperti ini tidak baru saja terjadi," ujar Katib Syuriah PWNU Jawa Timur KH Safruddin Syarif di Surabaya, Senin (31/8). "Dari dulu kita sudah mengerti bahwa mereka yang benci Islam dan umat Islam, benci ayat-ayat Al-Qur'an itu adalah mereka-mereka yang termakan provokasi yang termakan isu isu negatif tentang Islam yang tidak benar."
Kiai Safruddin juga mengimbau jangan sampai di Indonesia terjadi aksi membakar kitab agama lain atau kitab para pelaku yang membakar hingga meludahi Al-Qur'an. "Kita juga jangan termakan isu, kalau membalas dengan membakar kitab kitab suci mereka, jangan," pesannya.
"Kita tunjukkan bahwa Islam adalah merupakan agama yang rahmatan lil alamin, agama yang mampu membalas sesuatu kejahatan dengan kebaikan. Sehingga mereka pada akhirnya akan sadar karena ini dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW," paparnya. "Ketika Nabi dilempari batu justru nabi mendoakan kebaikan untuk penduduk Thaib. Nabi mendoakan mereka mendapatkan hidayah dan mendoakan agar Allah memaaafkan mereka karena mereka belum tahu kebenaran Islam dan keindahan Islam."
Tak hanya itu, Kiai Safruddin juga menyebut para pelaku pembakaran hingga pelaku yang meludahi Al-Qur'an merupakan orang-orang yang termakan provokasi. Sehingga mereka belum menyadari apa yang telah dilakukannya.
"Lebih baik dibalas dengan kebaikan karena saya yakin orang-orang yang meludahi dan membakar Al-Qur'an itu adalah korban provokasi medsos dan sebagainya," tuturnya. "Saya yakin mereka tidak tahu bahwa itu adalah kebohongan bahwa kitab suci Al-Qur'an mengajarkan sesuatu yang sangat baik tentang kemanusiaan. Jangankan untuk umat Islam tapi Quran itu adalah petunjuk untuk seluruh umat manusia tidak hanya untuk umat Islam saja."
(wk/nidy)