Ternyata Cuma 540 Relawan yang Bakal Disuntik Vaksin COVID-19, Begini Penjelasannya
Nasional

Sebanyak 1.620 relawan dilibatkan dalam uji klinis fase III vaksin Corona Sinovac, namun hanya 540 di antaranya yang menerima suntikan vaksin, sedangkan sisanya mendapat plasebo. Ini penjelasannya.

WowKeren - Vaksin COVID-19 buatan perusahaan bioteknologi Sinovac, Tiongkok saat ini sedang menjalani uji klinis fase III di beberapa negara. Salah satunya adalah di Indonesia dengan melibatkan sampai 1.620 relawan.

Namun belakangan terungkap bahwa hanya 540 relawan yang akan disuntikkan vaksin tersebut. Sedangkan sisanya, yakni 810 relawan, akan mendapatkan cairan bertajuk plasebo.

Sebagai informasi, plasebo merupakan larutan dengan formulasi serupa namun tak dilengkapi dengan virus yang sudah dilemahkan, atau bisa dibilang hanya berupa pelarut senyawa vaksin. Disampaikan oleh salah satu relawan uji klinis, tak ada satu pun di antara mereka yang mengetahui apakah yang disuntikkan adalah vaksin atau plasebo.

"Para relawan dalam uji klinis ini tidak tahu apakah yang mereka terima vaksin yang berupa virus yang sudah dimatikan," terang salah satu relawan uji klinis, Herlina Agustin, Rabu (2/9). "Atau plasebo yang berupa larutan tanpa vaksin."


Tak bisa dibedakannya antara relawan yang sudah disuntikkan vaksin atau plasebo ini lantaran semua akan menjalani rangkaian pemeriksaan yang sama. Mulai dari tes swab, paru-paru, darah, kehamilan, dan lainnya, semua dilakukan sama persis antara kedua kelompok relawan. Baru setelah dinyatakan sehat sesuai ketentuan, relawan itu lalu menerima suntikan vaksin atau plasebo.

"Dipilihnya kan secara acak siapa yang dapat vaksin, siapa yang dapat plasebo," tutur Herlina, seperti dikutip dari Kompas. "Relawan sendiri enggak tahu, yang tahu ya dokternya."

Kendati demikian, Herlina yang juga Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran itu meyakini pemilihan secara acak pun dilakukan dengan beberapa pertimbangan. "Namun nanti relawan penerima plasebo juga akan disuntik vaksin di akhir riset. Plasebo ini biasa diajukan dalam riset eksperimental," katanya.

Terkait dengan pembagian relawan dalam dua kelompok, yakni disuntik vaksin dan plasebo, ini juga dibenarkan oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Unpad, Prof Kusnandi Rusmil. Penentuan pemberian vaksin atau plasebo dilakukan secara acak, dan yang mendapatkan plasebo juga akan diinjeksi vaksin COVID-19 bila sudah dinyatakan siap edar.

Baik yang diberi vaksin maupun plasebo tetap dipantau kondisinya oleh petugas secara teratur selama masa penelitian. Sedianya para relawan ini akan dipantau selama 6 bulan setelah pemberian vaksin dosis kedua.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait