Gus Mus mengungkapkan berharap agar perjuangan para tenaga medis ini tidak disia-siakan. Sebab, masih banyak masyarakat di luar sana yang masih menganggap remeh virus corona
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 03 September 2020 - 10:46 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 di Indonesia telah memakan ribuan korban termasuk para dokter yang berjuang menangani pasien. Indonesia berduka dengan gugurnya 100 tenaga kesehatan selama pandemi ini.
Duka ini tentu menjadi pukulan bagi Indonesia. Sejumlah tokoh agama seperti Gus Mus dan Buya Hamka, bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan rasa duka cita.
KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengungkapkan kesedihan yang mendalam. Hal ini merupakan bukti jika virus corona adalah masalah kemanusiaan yang harus dihadapi bersama.
"Kesedihan mendalam terhadap wafatnya pejuang pandemi ini mengingatkan kita bahwa pandemi melawan virus corona ini adalah persoalan kemanusiaan, persoalan kita bersama," tutur Gus Mus dalam acara doa bersama pada Rabu (2/9) seperti dilansir Kumparan. "Bukan hanya persoalan para dokter, bukan persoalan tenaga medis, tapi kita semua, karena virus ini menimpa kita semua."
Ia mengingatkan agar perjuangan para tenaga medis ini tidak disia-siakan. Sebab, masih banyak masyarakat di luar sana yang masih menganggap remeh virus corona hingga bandel enggan menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, pandemi ini harus dihadapi bersama-sama jangan sampai ada yang lepas tangan.
"Tuhan memberikan musuh bersama yang semestinya kita tanggulangi bersama," ungkapnya. "Tidak boleh lagi egois hanya mementingkan diri sendiri."
Tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif juga buka suara mengenai hal ini. Kabar tenaga kesehatan yang gugur satu demi satu membuatnya sedih.
"Saya sudah terkurung di rumah, karena rentan. Tapi jiwa saya terguncang melihat tenaga kesehatan yang sudah ratusan meninggal," kata dia. "Para dokter sudah 104 (yang meninggal), apakah memang harus begitu?"
Ia tak ingin ada lagi petugas kesehatan yang gugur dalam menangani virus corona. Ia berharap kematian pejuang kesehatan ini haruslah disudahi. "Kita doakan semoga mereka diterima Allah, di tempat yang layak sesuai amal kemanusiaan mereka yang luar biasa hebatnya, luar biasa tinggi dedikasinya," lanjutnya.
(wk/zodi)