Paparkan Penelitian Pembekuan Darah, IDI Ungkap Hasil Autopsi Jenazah Pasien Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hal ini dipaparkan IDI kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Polri dan Universitas Airlangga (Unair).⁣

WowKeren - Belum lama ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memaparkan proyek penelitian terkait virus corona (COVID-19) kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Adapun pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Polri dan Universitas Airlangga (Unair).⁣

Pihak IDI menyampaikan temuan dari hasil autopsi jenazah pasien COVID-19. Mayoritas pasien COVID-19 disebut meninggal dunia karena organ vitalnya, terutama di bagian paru-paru, mengalami penyumbatan.

"Pasien yang meninggal karena Covid-19 kalau dilakukan autopsi ternyata di paru-paru tersumbat bekuan darah," ungkap tim peneliti IDI, dr Prasetyo, dalam video yang diunggah TNI AD, Jumat (4/9). "Dan mengapa paling banyak di paru-paru? Karena reseptor masuknya COVID-19 itu lebih banyak di paru-paru."

Berdasarkan temuan tersebut, dr Prasetyo menyampaikan bahwa IDI akan melakukan riset pemberian obat pengencer darah pada pasien COVID-19. Dalam penelitian tersebut, nantinya pasien positif COVID-19 yang mengalami gangguan pembekuan darah akan diberi obat Heparin.


Pasien tersebut juga akan dipantau setiap dua hari selama 14 hari. "Populasi penelitian adalah populasi pasien-pasien yang dirawat di RS milik TNI AD periode bulan September - Oktober, pasien bisa yang sudah terkonfirmasi COVID-19 atau yang menunggu hasil swab PCR," ungkap dr Prasetyo.

Selain itu, Jenderal Andika juga menerima penjelasan mengenai pengajuan kerja sama di bidang pendidikan yang dilakukan untuk pengembangan profesi apoteker spesialis radio farmasi. Tujuannya adalah untuk mendukung pengembangan instalasi kedokteran nukli RSPAD.

Paparan IDI tersebut disambut baik oleh Jenderal Andika. Sang KSAD pun memastikan akan segera menindaklanjuti rencana penelitian tersebut.

Hal tersebut dinilai Jenderal Andika bisa menjadi solusi alternatif dalam menangani pandemi corona yang belum kunjung mereda di Indonesia. "Terima kasih dokter Prasetyo, ini pasti kita akan segera tindaklanjuti supaya memang solusi-solusi alternatif semakin banyak. Ini segera," pungkas Jenderal Andika.

Sebagai informasi, TNI AD sebelumnya juga telah bekerjasama dengan BIN dan Unair Surabaya untuk mengembangkan obat COVID-19. Obat tersebut diklaim telah melewati proses uji klinis tahap III, namun masih belum mendapatkan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts