7 Tips Yang Bisa Diajarkan Pada Anak Untuk Membela Diri Dari Bullying, Orangtua Wajib Tahu!
SerbaSerbi

Keberadaan guru yang berperan sebagai pengganti orangtua di sekolah dianggap dapat melindungi anak. Meskipun begitu, terkadang tetap saja terjadi hal negatif pada anak, salah satunya bullying.

WowKeren - Ketika memasuki usia sekolah, orangtua pasti berharap sang buah hati bisa menuntut ilmu dengan aman. Keberadaan guru yang berperan sebagai pengganti orangtua di sekolah dianggap dapat melindungi anak. Meskipun begitu, terkadang tetap saja terjadi hal negatif pada anak, salah satunya bullying.

Bullying atau perundungan pada dasarnya adalah perilaku agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang yang memiliki kekuatan lebih besar daripada korban. Perilaku bullying bisa berupa tindakan fisik maupun verbal yang dilakukan secara berulang-ulang.

Hal ini membuat banyak orang tua sangat was-was dan takut jika putra-putrinya menjadi korban bullying. Untuk itu, berikut tim WowKeren rangkum beberapa tips yang bisa para orang tua lakukan guna membekali anak agar tidak menjadi korban bullying. Penasaran? Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Ajak Anak Untuk Peka Dengan Lingkungan Sekitar


Ajak Anak Untuk Peka Dengan Lingkungan Sekitar

Hal pertama yang harus para orangtua ajarkan pada anak adalah peka terhadap lingkungan. Mewaspadai lingkungan, bisa menjadi kunci keselamatan. Ajak anak untuk lebih waspada dengan lingkungan sekitar dengan cara mengenali lingkungan. Mengenal lingkungan membuat anak lebih peka jika terasa ada sesuatu yang tidak beres di sekelilingnya.

Ketika masuk ke lingkungan baru, anak juga harus bisa observasi dengan cepat sehingga ia bisa waspada. Dengan melatih kepekaan dan kewaspadaan, ini bertujuan menghindarkannya dari keadaan terpojok bila diganggu. Dengan mengenal lingkungannya, anak juga jadi tahu kemana ia harus melarikan diri atau minta pertolongan dengan segera ketika dalam bahaya.

2. Biarkan Anak Menjalin Pertemanan Luas


Biarkan Anak Menjalin Pertemanan Luas

Menjalin pertemanan yang luas membuat anak memiliki banyak orang yang mendukungnya di sekitarnya. Ketika seorang anak dibully dan mengalami permasalahan, maka dia akan terus terbayang dan akhirnya merasa cemas. Menurut Kids Health.org, jika anak memberi tahu tentang ditindas sebaiknya dengarkan dan berikan kenyamanan.

Dengan menjalin pertemanan yang luas dan memiliki banyak teman, anak akan ingat bahwa dirinya tidak sendirian dan ia harus mengetahui apa yang harus dilakukan tentang hal itu, yakni dengan menghadapinya bersama-sama. Selain itu, biasanya pelaku bullying tidak menjadikan anak yang punya banyak teman sebagai target.

3. Latih Anak Bangun Percaya Diri


Latih Anak Bangun Percaya Diri

Salah satu faktor yang menyebabkan anak menjadi korban bullying adalah karena ia tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup untuk menjadi mekanisme pertahanan dalam menghadapi bullying. Para penindas selalu mencari korban yang terlihat mudah untuk ditindas dan salah satunya adalah anak yang pemalu dan penakut.

Anak-anak yang terlihat penakut, pemalu, dan tidak punya teman adalah target utama. Karena itu ajarilah anak untuk menunjukkan sikap percaya diri, terutama di hadapan orang lain yang bukan anggota keluarga. Ajarkan dia untuk bersikap ramah dan tidak bersikap malu-malu saat berbicara dengan orang lain. Selain itu, sikap percaya diri ini juga bisa menampilkan sisi mendominasi yang membuat pembully ragu menindas mereka.

4. Jalin Hubungan Yang Dekat Dengan Anak


Jalin Hubungan Yang Dekat Dengan Anak

Anak-anak yang kesepian lebih cenderung mengalami bully. Anak juga sering malu jika diganggu. Ini yang menyebabkan mereka tidak mau mengadu kepada orang tua. Para orangtua perlu memprioritaskan hubungan dengan anak. Jaga komunikasi dengannya supaya anak tetap terbuka terhadap apa pun yang terjadi.

Hubungan dekat dengan orang tua juga bisa menumbuhkan sikap percaya pada orang dewasa. Sikap ini sangat penting karena jika mereka nantinya dibully, mereka berani untuk melaporkan pada orang dewasa yang ada di lingkungan sekitar, misalnya guru, kepala sekolah, orang tua, atau staf sekolah. Mereka jadi percaya bahwa nantinya orang dewasa akan membantu mereka, seperti orang tua membantu mereka di rumah.

5. Ajari Anak Untuk Tegas Dan Berani Bersuara


Ajari Anak Untuk Tegas Dan Berani Bersuara

Cara yang ampuh untuk mencegah anak menjadi korban bullying adalah dengan bersikap berani. Ajari anak untuk menunjukkan ketegasan dalam menghadapi bullying. Ini tidak berarti Anda mengajarkan anak untuk melawan dengan kekerasan. Setidaknya mereka harus punya keberanian untuk berkata tidak atau berhenti saat ditindas.

Beri contoh kepada mereka cara mempertahankan diri jika hak mereka dilanggar misalnya dengan menegur orang yang menyerobot antrean. Ajarkan anak berani meminta pelaku untuk berhenti melakukan bullying lalu pergi meninggalkan mereka. Dengan mengabaikan bullying, si kecil menunjukan bahwa mereka tidak peduli. Lama kelamaan, pelaku akan bosan dan berhenti menjadikan anak sebagai korban lagi.

6. Bekali Anak Dengan Latihan Bela Diri


Bekali Anak Dengan Latihan Bela Diri

Ada beberapa dugaan bahwa penindasan bullying bisa memiliki dampak pada respon fisiologis terhadap kesulitan yang dialami oleh anak. Protectivity.com menjelaskan, banyak alasan mengapa anak-anak harus belajar seni bela diri salah satunya untuk mempertahankan diri mereka. Bukan dengan kekerasan, belajar bela diri juga akan membuat anak paham akan keterampilan penyelesaian konflik.

Seni bela diri mengajarkan mereka keterampilan penyelesaian konflik yang damai, tanpa kekerasan dan menekankan bahwa pertengkaran fisik harus dihindari. Dengan mengikuti kelas bela diri, anak akan dapat membela diri saat terjadi bullying. Melalui seluruh kemampuan yang dimilikinya, ia mampu bertindak dengan benar dan berani mempertahankan haknya saat tertindas.

7. Besarkan Anak Dalam Lingkungan Penuh Cinta


Besarkan Anak Dalam Lingkungan Penuh Cinta

Ajarkan anak kecil tentang saling menghormati dan menghargai. Nantinya, anak akan terbiasa untuk dihargai. Ketika ada yang tidak menghargai anak, dengan sendirinya ia akan memberontak dan melawan.

Salah satu cara efektif agar anak terhindar dari perilaku bullying, adalah memastikan ia tumbuh di lingkungan yang saling menghargai. Bukan di lingkungan yang hanya mengandalkan kekuatan. Sehingga, anak belajar dari berbagai sisi bagaimana ia seharusnya bertindak.

Intip juga artikel ini untuk melihat beberapa tiips mengajarkan pola hidup hemat pada anak. Kalian juga bisa melihat artikel ini untuk mencari tahu tips yang bisa dilakukan untuk ajari anti rasisme pada anak

You can share this post!

Related Posts