7 Dampak Buruk Blue Light Dari Gadget, Bisa Pengaruhi Kecantikan Kulit Hingga Kesehatan Mata Loh!
Pxhere
SerbaSerbi

Blue light ini sebenarnya memiliki banyak manfaat jika dimanfaatkan dalam jumlah tertentu. Namun, blue light ini akan menjadi hal berbahaya bagi kesehatan jika kalian terlalu sering terkena paparannya.

WowKeren - Saat ini banyak orang yang sedang resah dengan paparan blue light yang berasal dari gadget mereka. Sebenarnya blue light bukanlah hal yang baru. Dalam ilmu kesehatan mata, blue light atau sinar biru digolongkan sebagai high-energy visible light (HEV light), yaitu sinar tampak dengan panjang gelombang pendek, sekitar 415 hingga 455 nm, dan tingkat energi yang tinggi.

Sumber alami terbesar dari sinar jenis ini adalah matahari. Selain matahari, sinar biru juga berasal dari berbagai layar digital, seperti layar komputer, televisi, maupun smartphone dan peralatan elektronik lainnya untuk meningkatkan keterangan dan kejelasan layar. Beberapa jenis pencahayaan modern, seperti lampu LED dan CFL juga diketahui mengemisikan sinar biru dalam level yang tinggi.

Blue light ini sebenarnya memiliki banyak manfaat jika dimanfaatkan dalam jumlah tertentu. Namun, blue light ini akan menjadi hal berbahaya bagi kesehatan jika kalian terlalu sering terkena paparannya. Apa saja risiko yang mungkin terjadi? Berikut tim WowKeren rangkum 7 dampak bahayanya. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Merusak Retina


Merusak Retina
wikimedia.org

Blue light yang terpancar dari gadget kalian akan masuk ke dalam mata. Sayangnya, mata manusia tidak memiliki perlindungan untuk paparan sinar biru, baik yang berasal dari sinar matahari atau peralatan elektronik. Sinar biru termasuk sinar yang paling berbahaya bagi retina karena bisa menimbulkan efek jangka panjang berupa kerusakan pada retina.

Pada paparan sinar biru yang berlebih, seseorang mungkin saja mengalami degenerasi makula, glaukoma, penyakit retina degeneratif bahkan kebutaan. Terpapar sinar biru secara terus-menerus juga bisa membuat kornea dan lensa mata tidak berdaya dalam memblokir atau memantulkannya. Pada anak-anak di bawah sepuluh tahun, hal ini akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi karena kondisi mata yang belum sepenuhnya sempurna.

2. Menimbulkan Hiperpigmentasi Pada Kulit


Menimbulkan Hiperpigmentasi Pada Kulit
Pxhere

Meski mungkin kalian tidak merasakannya, paparan sinar biru dalam jangka panjang ternyata dapat menghancurkan kolagen, melalui stres oksidatif. Terlebih, bahan kimia dalam kulit yang bernama flavin, dapat menyerap paparan cahaya biru dari gadget. Reaksi yang terjadi selama penyerapan sinar biru tersebut dapat menghasilkan radikal bebas yang bisa merusak kulit.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of Investigative Dermatology pada 2010, paparan blue light dari gadget terbukti bisa menyebabkan hiperpigmentasi pada orang dengan warna kulit sawo matang hingga gelap. Sementara untuk orang dengan kulit yang lebih terang, relatif tidak terpengaruh. Tabir surya mineral dengan oksida besi juga bisa menjadi upaya perlindungan dari efek buruk sinar biru bagi kulit.

3. Timbulkan Kelelahan Mata


Timbulkan Kelelahan Mata
Pxhere

Bukan rahasia lagi jika saat ini kebanyakan orang menghabiskan waktu di depan layar digital, mulai dari layar komputer di tempat kerja atau smartphone. Kegiatan-kegiatan ini menyebabkan suatu kondisi kelelahan mata yang dikenal sebagai digital eyestrain, suatu kondisi medis yang bisa mempengaruhi produktivitas seseorang.

Gejala dari digital eyestrain antara lain pandangan yang kabur, susah fokus, mata iritasi dan kering, sakit kepala, leher, hingga punggung. Selain jarak antara mata dengan layar dan durasi penggunaan, blue light yang diemisikan oleh layar juga berperan sebagai faktor kunci dari kelelahan mata ini. Untuk mengurangi risiko ini kalian bisa menurunkan tingkat pencahayaan yang tersedia di perangkat elektronik atau menyalakan mode malam dalam gadget.

4. Merusak Siklus Tidur


Merusak Siklus Tidur
Pxhere

Salah satu efek sinar biru pada gadget terutama di malam hari akan mengganggu siklus tidur alami. Blue light diketahui bisa mengganggu produksi melatonin hormon yang membantu mengatur siklus tidur. Secara normal, tubuh memproduksi hormon melatonin dalam jumlah yang sedikit pada siang hari, kemudian akan bertambah jumlahnya pada malam hari, beberapa jam sebelum tidur, dan mencapai puncaknya pada tengah malam.

Terlalu banyak terkena paparan sinar, terutama sinar biru, pada malam hari mengakibatkan mundurnya jadwal tidur seseorang, bahkan bisa me-reset jam tidur orang tersebut pada jangka waktu yang panjang. Itulah sebabnya mengapa smartphone merusak siklus tidur alami kalian.

5. Berpotensi Menimbulkan Katarak


Berpotensi Menimbulkan Katarak
wikimedia.org

Melihat blue light bisa mengganggu kesehatan retina mata, enggak menutup kemungkinan jika sinar ini bisa menimbulkan katarak pada kalian. GigaOM mengutip pernyataan seorang dokter mata yang menyebutkan dia mulai melihat orang-orang berusia 35 tahun memiliki mata berawan dengan katarak seperti orang-orang berusia 75 tahun.

Meskipun satu pernyataan ini tidak bisa begitu saja membuktikan bahwa paparan sinar biru menyebabkan katarak, dokter tersebut hanya menyampaikan ada hubungan di antara keduanya. Hal ini tidak dihitung sebagai bukti konkret dan masih sedang diselidiki. Meski sejumlah penelitian ternyata belum menyimpulkan apa pun, tidak ada salahnya untuk berhati-hati kan.

6. Membuat Resiko Kanker Lebih Besar


Membuat Resiko Kanker Lebih Besar
Pixabay

Selain membantu kita tidur, melatonin juga berfungsi sebagai antioksidan. Sementara penelitian lebih lanjut masih diperlukan, para peneliti menemukan dampak buruk lainnya dari sinar biru. Orang yang produksi melatonin alaminya ditekan, misalnya karena paparan sinar biru, berisiko lebih tinggi untuk mengidap berbagai kanker.

Beberapa kanker yang berpotensi adalah kanker payudara dan prostat, meskipun hubungan sebab-akibat secara langsung belum ditemukan. Seperti yang diketahui bahwa sinar biru ini dapat menghancurkan hormon melatonin. Meski belum ada penelitian resminya, namun kalian enggak ada salahnya berhati-hati ya.

7. Membuat Rentan Depresi


Membuat Rentan Depresi
Pxhere

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang tingkat melatoninnya ditekan dan jam tubuhnya dikacaukan oleh paparan sinar biru rentan terhadap depresi.Kurangnya hormon melatonin akan membuat kalian susah tidur. Kurang tidur dalam jangka waktu yang panjang tidak boleh dianggap remeh. Ini karena dapat menyebabkan berbagai masalah lain misalnya gangguan kesehatan fisik hingga depresi.

Kalian bisa mencoba mengintip artikel ini untuk mengetahui beberapa tips menjaga mata anak agar tetap sehat hingga dewasa. Intip juga artikel ini agar kalian bisa mendapatkan tips tidur yang berkualitas.

You can share this post!

Related Posts