Banyak Data Kematian Akibat Corona Berbeda Dengan Milik Kemenkes, Ini Kata Satgas COVID-19
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas Penanganan COVID-19 menegaskan bahwa data kematian yang dihimpun Kemenkes sudah dipastikan benar-benar dari kelompok yang positif terinfeksi virus Corona.

WowKeren - Data terkait COVID-19 di Indonesia diketahui kerap kali menunjukkan perbedaan. Salah satu yang menunjukkan selisih paling besar adalah dari segi data kematiannya.

Salah satu yang menghimpun data kematian COVID-19 secara mandiri adalah RS Online. Akun Instagram @pandemictalks mencatat ada selisih sampai 13.832 kematian antara data RS Online dengan Kementerian Kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pun dengan tegas menyatakan bahwa data Kemenkes lebih pasti. Pasalnya Kemenkes memang menghimpun data pasien-pasien yang meninggal akibat terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kami telah mengonfirmasi ke Kemenkes bahwa kematian yang ada di RS Online belum pasti COVID-19. Tapi kalau di Kemenkes sudah terkonfirmasi," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19, dr Reisa Brotoasmoro dalam konferensi persnya, Jumat (18/9).


"Oleh karena itu data di RS Online perlu pembuktian di laboratorium," imbuh Reisa, dilansir dari Bisnis. "Maka bisa disimpulkan data di RS Online belum semua terkonfirmasi hasil lab."

Maksudnya, data yang tercantum di RS Online tak hanya meliputi pasien terkonfirmasi positif Corona. Data kelompok suspek COVID-19 yang meninggal dunia pun ikut dimasukkan dalam daftar tersebut. Sedangkan Kemenkes hanya mencatat mereka yang positif COVID-19.

Perihal pencatatan ini, bila merujuk pada standarisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), maka yang benar adalah RS Online. WHO memang mengimbau agar kasus-kasus suspek yang meninggal diduga karena COVID-19 juga ikut dicatat.

Bahkan perihal Kemenkes yang "melewatkan" kasus-kasus suspek dalam catatan kematian akibat COVID-19 ini juga sempat disinggung oleh WHO. Namun soal standarisasi WHO ini tak turut diklarifikasi oleh Reisa dalam konferensi persnya.

Selisih yang tercatat antara RS Online dengan data Kemenkes memang jauh berbeda. Di RS Online tercatat ada 22.923 orang yang meninggal dunia karena COVID-19, sedangkan Kemenks "hanya" melaporkan sekitar 9 ribu lebih kasus.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts