Salah Posting, CDC AS Ralat Pengumuman Soal COVID-19 Menular Secara Airborne
Shutterstock
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS itu sempat mengeluarkan update pedoman soal virus Corona menyebar lewat udara. Namun belakangan pedoman itu diralat.

WowKeren - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) baru saja membuat geger publik dengan pembaruan pedoman penularan virus Corona. Pasalnya dalam pedoman tersebut, CDC menyebut bahwa virus Corona disebarkan secara airborne alias lewat udara.

Namun belakangan rupanya pengumuman itu direvisi oleh CDC. Lembaga tersebut mengaku tak sengaja mengunggah pedoman yang masih dalam tahap revisi internal.

"Versi draft dari usulan perubahan tentang rekomendasi tersebut terunggah secara tidak sengaja ke website resmi," tulis CDC di situsnya. "CDC saat ini memperbaharui rekomendasinya terkait penularan SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan COVID-19) secara airborne."

CDC berjanji akan segera mengunggah versi revisi dari pedoman tersebut. "Begitu proses selesai, pembaruan akan diunggah," lanjutnya, seperti dikutip dari rilis tertanggal 21 September 2020.


Sebagai pengingat, pada Jumat (18/9) waktu setempat kemarin, CDC mengunggah update rekomendasi penularan virus Corona, yakni secara airborne. "Penyebaran lewat menyentuh permukaan tidak dianggap sebagai jalur utama virus menyebar," tulis CDC dalam rekomendasinya yang belakangan telah dihapus.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia juga sudah mengakui bahwa virus penyebab COVID-19 itu bisa menyebar lewat udara. Namun ada kondisi tertentu yang mesti dipenuhi, yakni dalam ruangan tertutup dan dipadati banyak orang.

"Beberapa kasus penularan yang terjadi dalam kerumunan di ruangan tertutup (indoor) menunjukkan kemungkinan penularan aerosol, dikombinasikan dengan penularan droplet," terang WHO dalam laporan resminya. "Sebagai contoh, dalam paduan suara, di restoran, dan kelas kebugaran."

Perihal kemampuan virus ditransmisikan lewat udara ini memang sudah menjadi bahasan panas di kalangan ilmuwan. Bahkan baru-baru ini seorang pakar paru mengingatkan bahwa virus Corona yang sudah "termodifikasi" menjadi airborne mampu menular dalam radius 60 meter.

Karena kemampuan inilah, masyarakat sebaiknya menghindari berada di sebuah ruangan tertutup dengan ventilasi yang kurang baik seperti kantor dan restoran. "Terakhir WHO sampaikan bahwa potensial menular melalui penularan airborne atau penularan lewat udara. Risiko penularan airborne ini bisa juga terjadi pada populasi terutama di area tertutup yang tidak memiliki ventilasi yang baik," beber Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), Jumat (18/9).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts