Epidemiolog Sebut Pandemi COVID-19 di Jakarta Dekati Puncak Penyebaran
Getty Images/NurPhoto
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sementara itu, penentuan puncak pandemi di Indonesia tidak mudah dilakukan. Pasalnya, di Indonesia ada banyak wilayah dengan karakteristik yang berbeda-beda

WowKeren - Penambahan kasus corona di Tanah Air masih terjadi hingga kini. Begitu juga dengan kasus di DKI Jakarta.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai jika penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta tengah mendekati puncak penyebaran. "Dan untuk Jakarta dia memasuki mendekati ke arah puncaknya," kata Dicky dilansir Okezone, Jumat (25/9).

Namun tidak demikian halnya dengan kondisi penyebaran pandemi secara nasional. Ia menyebut jika pandemi di Indonesia masih belum mencapai puncaknya. "Indonesia belum dalam masa puncak kurva pandeminya," ujar Dicky.

Oleh sebab itu, hal ini masih perlu penanganan yang sangat luar biasa. Penentuan puncak pandemi di Indonesia tidak mudah dilakukan. Pasalnya, di Indonesia ada banyak wilayah dengan karakteristik penularan yang berbeda-beda.


"Jadi di tempat lain pun juga sulit kapan bisa menebak kapan tepatnya masa puncak," lanjut Dicky. "Dan Indonesia punya kurva pandemi yang beragam."

Sementara itu, Jakarta telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Menurut Dicky, PSBB yang umumnya hanya diberlakukan selama 2 minggu masih belum cukup untuk menekan angka kasus corona di Jakarta. "Sekali lagi, PSBB yang dilakukan di Jakarta ini bukan dalam dosis yang optimal," kata Dicky.

Waktu dua minggu masih belum bisa digunakan untuk benar-benar memutus rantai penyebaran COVID-19. "Dia dalam dosis kompromi dan juga durasinya tidak optimal dan durasi singkat 2 minggu," ujarnya.

Terlebih lagi, wilayah yang ada di sekitar yang merupakan daerah penyangga Jakarta tidak mengambil langkah serupa. Sehingga menurutnya, tidak banyak yang bisa diharapkan dari pelaksanaan PSBB ketat ini. "Karena dengan dua minggu dengan dosis yang minimal apalagi daerah penyangga tidak melakukan hal yang sama kemudian saya melihat tidak bisa berharap banyak," jelasnya.

Untuk bisa menang melawan virus ini maka penanganan harus dilakukan dengan serius. "Dan ini perlu dievaluasi dan juga harus dijadikan pelajaran bahwa bila setengah-setengah yang terjadi kita resources kita berkurang tapi dampaknya tidak optimal," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts