Indonesia Catat 2 Rekor COVID-19 Harian: 4.832 Kasus Positif dan 4.343 Pasien Sembuh
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan rekor 4.823 kasus positif baru dalam rentang 24 jam pada Jumat (25/9). Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Tanah Air kini telah mencapai angka 266.845.

WowKeren - Indonesia mencatatkan dua rekor dalam update kasus virus corona (COVID-19) pada Jumat (25/9) hari ini. Yakni jumlah kasus positif harian tertinggi dan jumlah tambahan pasien sembuh tertinggi.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan rekor 4.823 kasus positif baru dalam rentang 24 jam pada hari ini. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Tanah Air kini telah mencapai angka 266.845.

Kabar baiknya, pasien COVID-19 yang sembuh juga memecahkan rekor dan bertambah sebanyak 4.343 orang pada hari ini. Sehingga total jumlah pasien COVID-19 yang sudah sembuh kini telah mencapai 196.196 orang atau 73,5 persen daru jumlah kasus keseluruhan.

Sementara itu, jumlah kasus kematian akibat COVID-19 bertambah sebanyak 113 kasus pada hari ini. Angka kematian COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan penurunan sejak mencatat rekor 160 kematian dalam sehari pada Selasa (22/9) lalu. Kini, jumlah korban jiwa pandemi corona di Tanah Air tercatat telah mencapai 10.218 orang atau 3,8 persend dari jumlah kasus keseluruhan.


Update Kasus Virus Corona

Twitter/BNPB Indonesia

Berdasarkan sebarannya, DKI Jakarta lagi-lagi menjadi provinsi yang melaporkan kasus COVID-19 baru tertinggi pada hari ini, yaitu 1.172 kasus. Kemudian disusul dengan Jawa Barat yang melaporkan 734 kasus dan Kalimantan Timur yang melaporkan 392 kasus.

Di sisi lain, Indonesia disebut hingga kini masih belum mencapai puncak penyebaran COVID-19. Hal ini disampaikan oleh epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.

Penentuan puncak pandemi di Indonesia tidak mudah dilakukan. Pasalnya, di Indonesia ada banyak wilayah dengan karakteristik penularan yang berbeda-beda.

Menurut Dicky, untuk bisa menang melawan virus ini maka penanganan harus dilakukan dengan serius. "Dan ini perlu dievaluasi dan juga harus dijadikan pelajaran bahwa bila setengah- setengah yang terjadi kita resources kita berkurang tapi dampaknya tidak optimal," ujar Dicky pada Jumat (25/9).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts