Pangeran Harry dan Meghan Markle Ungkap Rasialisme Masih Terus Terjadi di Inggris
Getty Images
Selebriti

Duke dan Duchess of Sussex ini sudah berulang kali mengungkapkan masalah rasialisme sejak mereka turun dari peran mereka sebagai anggota keluarga kerajaan dan pindah ke California, AS.

WowKeren - Pangeran Harry dan sang istri, Meghan Markle, secara terbuka berbicara perihal praktik rasialisme yang masih terjadi di Inggris. Bahkan pasangan Duke dan Duchess of Sussex tersebut mendesak Inggris mengambil kesempatan untuk mengubah rasialisme struktural.

Dilansir dari BBC, pasangan yang dikaruniai seorang anak tersebut mengatakan rasialisme mencengkeram anak muda Inggris. Disebutkan pula bahwa Pangeran Harry mengatakan Inggris akan menjadi tempat yang lebih baik bila masyarakat kulit putih lebih berusaha memahami mereka yang memiliki warna kulit berbeda.

"Jika Anda berkulit putih dan merupakan orang Inggris, dunia yang Anda lihat sering kali terlihat seperti Anda," tutur Harry.

"Selama rasisme struktural ada, akan ada generasi muda kulit berwarna yang tidak memulai hidup mereka dengan kesetaraan kesempatan yang sama seperti rekan kulit putih mereka. Dan selama itu terus berlanjut, potensi yang belum tergali tidak akan pernah bisa terwujud," lanjutnya.

"Kita tidak bisa mengubah sejarah, juga tidak bisa mengubah masa lalu kita. Tapi kita bisa mendefinisikan masa depan kita sebagai masa depan yang inklusif, setara, dan penuh warna," pungkasnya.

Rasisme struktural sendiri diartikan sebagai "rangkaian keadaan yang dibuat secara artifisial dari generasi ke generasi, melalui kolonialisme Eropa, yang menganggap 'putih' sebagai superior."


Yang pasti, Duke dan Duchess of Sussex itu sudah berulang kali mengungkapkan masalah rasialisme sejak mereka turun dari peran mereka sebagai anggota keluarga kerajaan dan pindah ke California, Amerika Serikat (AS). Bahkan pada Juni lalu, Meghan mengatakan ia merasa kasihan pada anak-anak yang tumbuh di dunia dimana rasialisme masih ada.

Tak hanya itu, Meghan juga secara terbuka mengakui bahwa ia pernah menjadi korban rasisme saat remaja. Hal ini terungkap dari video lawas Meghan di tahun 2012 yang memprotes perihal tindakan rasisme pada warga kulit hitam.

"Namaku Meghan Markle dan aku di sini karena aku pikir sangat penting menjadi bagian dari kampanye ini," tutur Meghan di awal videonya. "Untukku, aku rasa ini menjadi suatu hal yang personal. Aku birasial, di mana banyak orang bisa menyebutku campuran, dan sebagian besar hidupku terasa seperti menjadi lalat di dinding."

"Dan beberapa cercaan yang pernah aku dengar atau lelucon yang sangat ofensif, atau nama-namanya, membuatku merasa sangat sakit hati. Dan kemudian, kalian tahu, beberapa tahun yang lalu aku mendengar seseorang memanggil ibuku dengan kata N. Jadi kupikir bagiku, selain dipengaruhi secara pribadi oleh rasisme, hanya untuk melihat lanskap seperti apa negara kita sekarang, dan tentu saja dunia, dan ingin segalanya menjadi lebih baik," lanjutnya.

"Aku sangat bangga dengan warisanku di kedua sisi, aku sangat bangga dari mana aku berasal dan ke mana aku pergi. Tapi ya, aku berharap bahwa pada saat aku punya anak, bahwa orang-orang bahkan lebih berpikiran terbuka tentang bagaimana segala sesuatu berubah dan bahwa memiliki dunia campuran adalah segalanya. Maksudku tentu saja, itu membuatnya jauh lebih cantik dan jauh lebih menarik," imbuhnya lagi.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait