Reaksi Nakes yang 'Dihadiahi' Kotoran oleh Istri Pasien COVID-19 di Surabaya Jadi Sorotan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tenaga kesehatan dari Puskesmas Sememi, Benowo, Surabaya harus menerima perlakuan tak pantas dari seorang istri pasien COVID-19. Namun reaksi para nakes yang bertugas belakangan disorot.

WowKeren - Sebuah kejadian tak elok terjadi di Surabaya. Pasalnya istri salah seorang pasien COVID-19 dengan tega melumuri tenaga kesehatan yang bertugas dengan kotoran manusia karena tak terima dengan aksi medis yang dilakukan terhadap suaminya.

Dikutip dari Basra yang masih satu jaringan dengan Kumparan, rupanya nakes yang mendapat tindakan tak elok itu bernama Cholik Anwar S.Kep Ns. Cholik sendiri dikenal sebagai salah satu perawat terbaik di Puskesmas Sememi, bahkan pernah menjadi perawat teladan di Surabaya dan Jawa Timur.

Peristiwa yang dialami Cholik ini pun dibenarkan oleh dr Lolita Riamawati selaku Kepala Puskesmas Sememi Surabaya. "Iya benar (nakes Puskesmas Sememi). Baru pertama kalinya kejadian itu terjadi. Karena tidak semua masyarakat itu bisa menerima penyakit COVID-19 ini," jelas Lolita, Jumat (2/10).

Untuk kronologi kejadiannya pun persis seperti yang sudah beredar di masyarakat. Bahwa tim medis di bawah arahan Cholik diterjunkan untuk menjemput pasien X yang juga memiliki penyakit penyerta selain positif COVID-19.


Sayangnya ketika penjemputan itu sang istri tampaknya belum bisa menerima. Ia pun membawa "bingkisan" berupa kotoran manusia, yang sebenarnya sudah sempat dicegah agar tidak dilumurkan namun tak berhasil.

"Kan saat mengevakuasi pasien itu ada Mas Cholik, petugas Linmas, bidan dan driver yang membantu," terang Lolita. "Ketika akan memasukkan pasien ke ambulans, si istri pasien ini keluar sambil membawa kresek hitam dan mengoleskannya ke petugas."

"(Nakes sudah tahu itu kotoran manusia) Soalnya dari baunya sudah tercium. Terus Mas Cholik bilang 'Bu, lapo sih atek ngunu? (Bu, ngapain harus begitu?)'," imbuh Lolita. "Menurut cerita Mas Cholik, si ibu juag sempat bilang 'nyoh tithik endang (ini sedikit aja)' terus sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

Kendati demikian, Cholik dan kawan-kawan tetap bekerja secara profesional, fokus, dan sabar. "Karena pasien adalah yang utama," sambung Lolita.

Mirisnya lagi, sampai saat ini belum ada permintaan maaf dari pihak istri pasien X tersebut. "Bahkan sudah ditanya Pak Camat untuk minta maaf, si istri ini juga diam saja nggak menjawab. Kita sudah melakukan mediasi," pungkas Lolita.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts