Nikita Mirzani kini terancam akan dilaporkan ke polisi pasca mengkritik Puan Maharani yang mematikan mikrofon saat rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.
- Lailatul Maghfiroh
- Kamis, 08 Oktober 2020 - 12:23 WIB
WowKeren - Nikita Mirzani sempat menuliskan kritik untuk ketua DPR, Puan Maharani, lewat postingannya di Instagram Story. Niki menyoroti video ketika Puan Maharani mematikan mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat saat rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.
Rupanya kritikan Niki tersebut telah sampai ke telinga Gema Puan Maharani Nusantara (GMPN). GMPN menilai jika perempuan berusia 34 tahun itu terkesan mengajari Puan Maharani. Karena menurutnya, cucu Presiden Pertama Indonesia, Soekarno itu lebih paham soal dunia politik.
"Kalau mbak Puan trahnya jelas. Kakeknya Penggagas pancasila sangat paham betul itu pancasila," tutur Ketua DPP Bidang Hukum Dan HAM, Ali Nugroho seperti dilansir dari IntipSeleb pada Kamis (8/10). "Hati-hati loh Nik, ini bukan dunia entertaiment. Kalau diumpamakan sama aja, ikan diajarin berenang. Konyol namanya.”
Kendati begitu, Ali Nugroho atas nama GMPN meminta Niki untuk segera mencabut kritikannya itu. Ia bahkan memberikan batasan waktu untuk Niki meminta maaf. Karena jika hal ini tidak digubris, GMPN akan melayangkan laporan untuk Niki.
“GPMN akan kumpulkan 100 advokat-advokat dari Sabang sampai Merauke yang ada di 30 Provinsi," tambah Ali Nugroho. "Dalam waktu 1x24 jam bila Nikita tidak memohon maaf. Kami adukan ke dewan pers. Kami akan layangkan somasi. Berkomentar tidak esensi.”
Lebih lanjut, Ali Nugroho menyebutkan bahwa aksi Puan Maharani tersebut termasuk tata tertib persidangan DPR. Hanya saja banyak pihak yang mernilai aksi mematikan mikrofon itu terlalu berlebihan.
“Akrobatik politik itu namanya. Nikita kalau mau belajar politik jangan menyerang seseorang hanya berdasarkan bukti petunjuk," tambah Ali Nugroho. "Dalamin dulu, settingan apa? Nanti kejebak-jebak. Bukannya naik malah tenggelam."
Tak hanya itu, Niki juga disindir sedang ingin menjadi calon legislatif (caleg). "Kalau anda ngebet nyaleg, masih lama. Jangan buat sensasi. Kalau Nikita dengan sensasi bisa menang di legislatif 2024. Saya berani 'telanjang' ngitarin Monas," tutup Ali Nugroho.
(wk/lail)