Kericuhan turut mewarnai demonstrasi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di DIY Yogyakarta. Gedung dewan, mobil, motor, kios PKL dan bahkan sebuah cafe rusak luluh lantak karena aksi tersebut.
- Nidya Putri
- Jumat, 09 Oktober 2020 - 09:19 WIB
WowKeren - Demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja memanas di sejumlah daerah. Salah satunya seperti yang terjadi di DIY Yogyakarta.
Kericuhan turut mewarnai demonstrasi yang digelar pada Kamis (8/10) kemarin. Bahkan sejumlah demonstran anarkis melakukan aksi perusakan fasilitas umum, seperti membakar Cafe Legian Garden yang berlokasi di dekat Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro.
"Iya, (Cafe Legian dibakar) pendemo," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto membenarkan peristiwa tersebut, Kamis (8/10). Dikutip dari detikcom, lantai dua kafe tampak habis terbakar. Pada pukul 16.00 WIB, ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api.
Kebakaran itu terjadi saat massa demo tolak Omnibus Law di depan DPRD DIY berlangsung ricuh. Tak hanya kafe, ada juga dua sepeda motor yang dirusak dan dibakar massa. Tak hanya itu, dinding depan gedung DPRD DIY juga dicoreti massa aksi. Sejumlah tulisan sumpah serapah mengisi dinding bagian depan gedung tersebut.
Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat sejak siang hari berusaha masuk merangsek ke dalam kantor dewan. Namun sayangnya, mereka tak puas berorasi saja tetapi langsung melempar berbagai benda ke dalam halaman DPRD yang membuat aparat kepolisian bertindak.
Menanggapi kerusuhan yang terjadi ini, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Polisi Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika ada pihak-pihak tertentu yang berada di balik aksi unjukrasa, hanya saja tak disebutkannya. “Seperti rekan-rekan lihat sendiri, ini tidak mencerminkan orang-orang Yogya yang sebenarnya. Saya kaget sekali, dulu 98 saja tidak seperti ini, kok sekarang bisa begini. Itu tulisan-tulisan juga benar-benar memprihatinkan sekali,” ungkapnya.
Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X juga angkat bicara setelah melihat situasi yang tak menyenangkan di pusat Kota Yogyakarta yang dipimpinnya. Sultan pun menyampaikan himbauan agar kelompok masyarakat tak berbuat anarkis di kotanya sendiri.
“Yogyakarta dengan masyarakatnya tidak pernah punya itikad untuk membangun anarki, untuk aktivitas yang dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat," katanya. "Saya Hamengku Buwono X mengimbau dan berharap kepada warga kelompok-kelompok masyarakat. Bukan karakter kita untuk berbuat anarkis di kotanya sendiri."
(wk/nidy)