Alat Deteksi Masih Rusak, Warga Diimbau Pakai Kentungan Hingga Toa Masjid Peringatkan Tsunami
wikimedia.org
Nasional

Tubagus menilai jika suara kentungan bisa dimanfaatkan untuk memperingatkan warga jika akan terjadi tsunami. Dengan begitu, warga bisa segera menyelamatkan diri.

WowKeren - Adanya prediksi gelombang tsunami tinggi di daerah pesisir Jawa bagian selatan membuat masyarakat harus waspada. Namun sayangnya, alat pendeteksi dini tsunami atau early warning system (EWS) yang ada di Garut, Jawa Barat justru belum diperbaiki.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengimbau masyarakat agar memanfaatkan alat kentungan sebagai alternatif pengganti alat peringatan dini. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan.

"Setiap desa atau kampung-kampung yang hasil kajian akan terdampak untuk membuat kentungan," kata Tubagus di Garut, Kamis (8/10). "Sebagai alat memberitahukan adanya bahaya."

Kentungan memang selama ini digunakan sebagai alat untuk memberitahukan warga kampung jika terjadi sesuatu, misalnya tindak kriminal. Tubagus menilai jika suara kentungan bisa dimanfaatkan untuk memperingatkan warga jika akan terjadi tsunami. Dengan begitu, warga bisa segera melakukan mitigasi bencana untuk menyelamatkan diri, khususnya mereka yang tinggal di daerah pesisir.


Kendati demikian, ia tidak memungkiri jika EWS jauh lebih praktis. Namun, opsi yang mungkin saat ini adalah kentungan mengingat EWS tak berfungsi. "Sebenarnya kalau ada alat EWS itu lebih mudah, kita tinggal pencet tombol maka sirine peringatan tsunami akan bunyi untuk mengingatkan warga," ujarnya.

BPBD Garut telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak bencana. Misalnya dengan memberi pemahaman tentang tindakan yang tepat untuk memberitahukan warga akan adanya bencana dengan memanfaatkan kentungan atau pengeras suara.

"Pengeras suara di masjid mungkin bisa digunakan untuk memberitahukan warga," tuturnya. "Itu juga kalau listriknya tidak mati."

Menurutnya, masyarakat Garut harus dibekali dengan kesiapan untuk menghadapi bencana tsunami. Untuk itu, pihaknya telah bekerja sama dengan BMKG. Hal ini penting karena di Garut terdapat pantai yang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi seperti tsunami. "Yang akan kita lakukan adalah berkomunikasi langsung dengan para camat, dilanjutkan ke para kepala desa yang diperkirakan terdampak," katanya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait