Heboh Lintang Kemukus 'Tanda Bahaya Negeri' di Tuban, LAPAN Beri Klarifikasi
Nasional

Warganet dibuat geger dengan terpotrenya fenomena alam 'Lintang Kemukus' di Tuban, Jawa Timur. Padahal fenomena ini biasanya dikaitkan dengan tanda bahaya bagi suatu negara.

WowKeren - Berbagai fenomena alam, baik terjadi di darat, air, maupun langit tentu wajar terjadi termasuk di Indonesia. Namun apa jadinya jika fenomena yang tampak oleh masyarakat dipercaya sebagai pertanda marabahaya untuk negeri?

Adalah fenomena "lintang kemukus", selayaknya meteor alias bintang jatuh yang tampak berwarna merah. Konon fenomena ini tampak di Tuban, Jawa Timur pada Sabtu (10/10) pukul 22.11 WIB.

"Mohon konfirmasinya, bagi yang tinggal di daerah Tuban. Ada penampakan seperti ekor lintang kemukus jam 22.11 wib," tulis @DeningCarlo selaku salah satu warganet yang memviralkan fenomena ini di media sosial. "Sumber : Info Pekalongan Raya (Facebook)."

Heboh Lintang Kemukus \'Tanda Bahaya Negeri\' di Tuban, Lapan Beri Klarifikasi

Twitter

Fenomena ini pun langsung menjadi pembahasan panas warganet. Apalagi karena berkembang isu keberadaan lintang kemukus, ditambah dengan dari mana fenomena itu berasal menentukan makna di baliknya.


"Buat yang nggak tau, Lintang Kemukus itu bagi orang Jawa adalah tanda datangnya bencana, wabah, kekacauan, gitu-gituuu tp bener ga si," cuit @ro***la. "Apabila ada komet muncul di utara, maknaya ada raja yang kalut pikiran lantaran kekeruhan di dalam pemerintahannya. Timbul perselisihan yang semakin berkembang menjadi peperangan. Beras dan padi mahal. Namun harga emas murah," kata @_x***ax, mengutip dari artikel internet.

Namun ada pula yang mengaitkan temuan lintang kemukus ini dengan prediksi tsunami 20 meter yang sempat menggegerkan Indonesia. Konon sepanjang pesisir selatan Jawa terancam sapuan gelombang besar tsunami.

Kendati demikian, peneliti dari Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Emanuel Sungging Mumpuni punya pandangan berbeda. Ia menyebut lintang kemukus yang membuat geger itu adalah jenis meteor yang agak besar.

"Itu fireball atau meteor yang agak besar," jelas Sungging, Minggu (11/10). "Kebetulan memang dalam beberapa hari ini sedang musim hujan meteor."

Memang sejak Selasa (6/10) sampai Sabtu (10/10) kemarin terjadi hujan meteor Draconid. Dan karena masuk dalam kategori hujan meteor belaka, Sungging memastikan bahwa fenomena ini tidak berbahaya serta normal terjadi.

"Bisa jadi (hujan meteori Draconid)," tegas Sungging. "Tidak berbahaya, normal terjadi."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait