Museum asal Belanda Rijksmuseum berjanji mengembalikan pusaka yang dijarah era kolonial ke negara asalnya, termasuk ke Indonesia. Salah satunya adalah berlian 70 karat milik Sultan Banjarmasin.
- Nidya Putri
- Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:44 WIB
WowKeren - Museum asal Belanda berjanji mengembalikan pusaka yang dijarah era kolonial ke negara asalnya, termasuk ke Indonesia. Salah satu barang yang kemungkinan dikembalikan adalah berlian 70 karat.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (13/10), pusaka berlian 70 karat milik Sultan Banjarmasin sempat diambil Belanda dari Indonesia. Berlian 70 karat itu sebelumnya, dipajang di Rijksmuseum, Amsterdam.
"Jika itu bukan milik Anda, maka Anda harus mengembalikannya," kata penulis laporan badan penasihat pemerintah, Lilian Gonçalves-Ho Kang You, saat mengusulkan komite independen.
Direktur Rijksmuseum, Taco Dibbits mengatakan lembaganya sudah bekerja untuk mengidentifikasi asal-usul koleksinya dan struktur formal untuk pengembalian akan diterima. "Menurut kami, membentuk komite independen dan pusat keahlian untuk menangani klaim apa pun dari negara bagian merupakan saran yang baik. Kami berharap hal ini berkontribusi pada dialog yang konstruktif dengan negara asal," ujarnya. "Selain itu, penting agar museum bekerja sama secara internasional untuk menambah pengetahuan tentang kawasan ini."
Dikutip dari situs resmi Rijksmuseum, berlian tersebut berukuran 2,186 x 1,737 cm dengan tinggi 1,386 cm. Beratnya 7,65 gram. Berlian tersebut diambil Belanda dalam bentuk mentah dan dikirim ke Negeri Kincir Angin. Namun kemudian, berlian itu dipotong menjadi bentuk kotak menjadi 36 karat.
Nama batu mulia ini jelas tertera: 'The Banjarmasin Diamond', diberi angka tahun 1875. "Berlian ini adalah rampasan perang. Berlian ini pernah dimiliki Panembahan Adam, Sultan Banjarmasin (Kalimantan)," demikian keterangan yang tertera soal berlian itu, di situs Rijksmuseum.
Dahulu kala, berlian itu dirampas Belanda menggunakan kekerasan. "Batu ini kepunyaan pewaris kerajaan, simbol dari kedaulatan Sultan," demikian bunyi keterangan yang tertera di situs Rijksmuseum.
Berlian itu milik Sultan Banjarmasin bernama Panembahan Adam. Setelah Panembahan Adam mangkat, berlian itu kemudian diambil Belanda. Kepergian berlian itu ke Belanda seolah menandai bubarnya Kesultanan Banjarmasin.
"Setelah Sultan meninggal dunia, Belanda mengintervensi peperangan perebutan kekuasaan Kesultanan Banjaramasin. Pada 1859, tentara Belanda menguasai Banjarmasin dengan kekerasan dan menghapus kesultanan," kata Rijsmuseum.
Pemerhati Budaya Banjar, Zulfaesal Putera, meminta Kesultanan Banjar proaktif dan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memudahkan prosesi pengembalian benda pusaka bersejarah. Sebab, harus dipikirkan ke depannya benda-benda sejarah ini disimpan di mana dan aman.
"Kesultanan Banjar saat ini belum punya Istana, di mana meletakkan dan menyimpannya. Tentu ini akan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan," ujarnya. "Ini yang harus dikoordinasikan. Tentunya ini kabar gembira Negara Belanda mau mengembalikan pusaka Banjar ke banua (daerah)."
(wk/nidy)