Prancis Tolak Lockdown Meski Hadapi Gelombang Dua Pandemi COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Saat ini sembilan kota termasuk Paris hingga Lyon berada dalam kewaspadaan maksimum terhadap COVID-19. Pejabat memperingatkan saat ini Prancis mengalami gelombang kedua pandemi.

WowKeren - Perdana Menteri Prancis, Jean Castex, menolak untuk melonggarkan lockdown lokal setelah otoritas kesehatan melaporkan sekitar 43 ribu infeksi baru virus corona (COVID-19) selama akhir pekan. Padahal pejabat setempat sebelumnya telah memperingatkan bahwa Prancis tengah menghadapi gelombang dua COVID-19.

Castex sendiri hanya memperingatkan kepada warga Prancis agar mereka membantu mencegah penularan dengan membatasi pertemuan pribadi di rumah mereka. "Tidak ada yang harus dikesampingkan ketika kami melihat situasi di rumah sakit kami. Tidak ada kelonggaran," ujar Castex.

"Penguncian nasional harus dihindari dengan segala cara," tegasnya kepada lembaga penyiaran France Info, sebagaimana dilansir dari CNN pada Rabu (14/10).

Virus corona sendiri semakin cepat menyebar di seluruh negeri dan situasi rumah sakit di Prancis kian memburuk dari hari ke hari. Saat ini sembilan kota termasuk Paris, Marseille, dan Lyon berada dalam kewaspadaan maksimum terhadap COVID-19. Pemerintah telah mengeluarkan seruan, termasuk bagi pelajar dan juru masak untuk menjadi relawan di garis depan perawatan pasien COVID-19.

"Jumlah pasien meningkat dua kali lipat selama 15 hari terakhir dan kami sekarang memiliki 16 pasien dengan COVID-19 dari total 24 tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19 serius di ICU," kata salah satu dokter garda depan COVID-19 Prancis, Yves Cohen.


Pemerintah akan meninjau kembali data kesehatan dalam pertemuan dewan pertahanan mingguan untuk mengambil tindakan lebih lanjut terkait pembatasan yang lebih ketat di beberapa daerah. Nantinya Presiden Emmanuel Macron akan menyampaikan keputusan lebih lanjut kepada masyarakat.

Disebutkan bahwa tingkat kewaspadaan maksimum di Prancis berlaku ketika tingkat infeksi suatu wilayah melebihi 250 kasus per 100 ribu orang dan setidaknya 30 persen dari tempat tidur perawatan intensif yang disediakan terpakai untuk merawat pasien COVID-19.

Sementara itu, Direktur Badan Kesehatan Masyarakat wilayah Paris, Aurelien Rousseau, telah meningkatkan kekhawatiran tentang berkurangnya jumlah ruang ICU yang tersedia karena lonjakan infeksi virus yang serius. Tingkat tes positif corona saat ini mencapai 17 persen di wilayah Paris.

"Pagi ini kami memiliki 474 orang sakit di ICU, itu berarti kami telah mencapai lebih dari 42 persen tempat tidur yang ditempati (oleh pasien Covid-19)," kata Rousseau.

Prancis sendiri menjadi salah satu dari sekian banyak negara di Eropa yang tengah menghadapi gelombang kedua pandemi COVID-19. Prancis hingga saat ini mencatatkan 743.479 kasus infeksi COVID-19 dengan 32.779 kematian.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts