Bank Dunia meletakkan Indonesia di urutan ke-7 dari 10 negara berpenghasilan kecil menengah dengan utang luar negeri terbesar. Pemerintah pun menjelaskan kondisi yang sebenarnya.
- Elvariza Opita
- Kamis, 15 Oktober 2020 - 10:19 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Bank Dunia mengungkap kondisi finansial Indonesia. Lewat laporan berjudul International Debt Statistics (IDS) edisi 12 Oktober 2020, disebutkan bahwa Indonesia berada di urutan ke-7 dari 10 negara berpendapatan kecil menengah dengan nilai utang luar negeri terbesar di dunia.
Lebih detail disebutkan, total utang luar negeri Indonesia yang tercatat sudah mencapai USD 402,08 miliar pada tahun 2019 kemarin. Total ini merupakan gabungan utang luar negeri yang dicatatkan pemerintah, BUMN, dan swasta.
Pemerintah pun memberi tanggapan perihal laporan ini. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari, menyebut bahwa laporan itu memuat data dan analisis posisi utang Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara berpendapatan kecil dan menengah.
Hanya saja laporan itu tidak menyertakan negara-negara maju dalam daftarnya sehingga Indonesia masuk dalam golongan 10 besar negara dengan utang luar negeri terbesar. Padahal bila menyoroti negara-negara lain, proporsi utang Indonesia masih jauh di bawah Tiongkok misalnya yang mencapai USD 2,1 triliun.
Selain itu, Brasil melaporkan utang sebanyak USD 569,39 miliar, India USD 560,03 miliar, Rusia USD 490,72 miliar, Meksiko USD 469,72, dan Turki USD 440,78 miliar. Sementara Argentina, Afrika Selatan, dan Thailand berada di bawah Indonesia.
Rahayu memastikan bahwa utang luar negeri Indonesia didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 88,8 persen total. "Pemerintah mengelola utang dengan prinsip kehati-hatian (pruden) dan terukur (akuntabel)," tegas Rahayu, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (14/10).
Di sisi lain, bila Indonesia dijejerkan dengan negara G-20, maka utang luar negerinya ada di peringkat ke-16. Selain itu patut pula membandingkan per komponen, di mana utang luar negeri pemerintah Indonesia cenderung jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan negara lain, yakni 29,8 persen di Desember 2019.
"Jika dibandingkan dengan 10 negara yang disebutkan dalam beberapa artikel pemberitaan media kemarin, sebagian besar utang pemerintahnya di atas 50 persen," ujar Rahayu, dilansir dari Kompas, Kamis (15/10). "Sementara posisi Indonesia jauh di bawahnya."
"Pemerintah terus berkoordinasi, dalam hal ini dengan Bank Indonesia untuk memantau perkembangan utang luar negeri," imbuh Rahayu. "Dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian."
(wk/elva)