Jokowi Wanti-Wanti Potensi Lonjakan Kasus COVID-19 Saat Long Weekend
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak ingin ada lagi kejadian seperti sebelumnya ketika libur panjang justru menyebabkan kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air.

WowKeren - Pekan depan, masyarakat Indonesia akan mendapatkan cuti bersama dalam rangka libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Cuti bersama ini jatuh pada 28-30 Oktober 2020.

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mewanti-wanti agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 akibat libur panjang akhir pekan ini. Bukan tanpa alasan, Jokowi tidak ingin ada lagi kejadian seperti sebelumnya ketika libur panjang justru menyebabkan kenaikan kasus COVID-19. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka ratas di Istana Merdeka, Senin (19/10).

"Mengingat kita memiliki pengalaman kemarin, libur panjang pada 1,5 bulan yang lalu, setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi," kata Jokowi. "Oleh sebab itu ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai terdampak pada kenaikan kasus COVID-19."

Jokowi menilai jika angka kasus aktif di Indonesia relatif lebih baik dibandingkan rata-rata global. Begitu juga dengan tingkat kesembuhan dan rata-rata kematian akibat virus corona.


"Per 18 Oktober, rata-rata kasus aktif di Indonesia 17,69 persen. Ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang 22,54 persen," tutur Kepala Negara. "Ini bagus sekali. Kita 17,69 persen, dunia 22,54 persen."

Menurut Jokowi, rata-rata tingkat kesembuhan di Indonesia masih berada di atas angka global. "Rata-rata kesembuhan di Indonesia, 78,84 persen. Ini juga lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia yang 74,67 persen. Kita 78,84 persen, dunia 74,67 persen," ungkap Jokowi.

Jokowi berharap agar ke depannya kondisi ini bisa terus diperbaiki. "Sehingga kita harapkan tren kasus di Indonesia akan semakin membaik," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik kepada masyarakat dalam menyebarkan informasi terkait vaksin. Jokowi khawatir jika informasi terkait vaksin tidak disampaikan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan akan berakhir seperti polemik UU Cipta Kerja.

"Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa karena sangat kompleks, menyangkut nanti persepsi di masyarakat," kata Jokowi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts