Yang Nikmat Belum Tentu Sehat, Gunakan 7 Bahan Pemanis Alami Ini Untuk Menggantikan Gula Kalian
Unsplash/David Fedulov
Kuliner

Selain meningkatkan gula darah, mengonsumsi gula yang berlebih juga bisa memicu penyakit jantung. Oleh karena itu ada baiknya kalian kini beralih menggunakan gula alami.

WowKeren - Gula merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako) yang rutin Anda gunakan sehari-hari. Biasanya, jenis yang sering dipakai adalah gula pasir atau gula putih. Gula yang kerap digunakan sehari-hari biasanya adalah gula pasir atau gula tebu. Sesuai namanya, gula tebu berasal dari tebu.

Dalam proses pembuatannya, tebu akan diperas untuk mendapatkan sarinya. Gula putih memiliki indeks glikemik 65. Dengan indeks glikemik yang semakin tinggi, maka makanan tersebut akan semakin cepat dicerna dan diubah menjadi gula, sehingga berpotensi menimbulkan peningkatan kadar gula darah yang drastis.

Selain meningkatkan gula darah, mengonsumsi gula yang berlebih juga bisa memicu penyakit jantung. Oleh karena itu ada baiknya kalian kini beralih menggunakan gula alami. Rasa manis yang ditimbulkan oleh gula ini bisa juga diganti dengan bahan-bahan alami lainnya yang lebih sehat dan tentunya tak kalah enak. Apa saja? Berikut tim WowKeren rangkum 7 penggantinya. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Madu


Madu
Unsplash/Meggyn Pomerleau

Madu sering digunakan untuk membuat makanan atau minuman memiliki rasa manis. Pada dasarnya, madu atau gula juga mempunyai kandungan yang sama, yaitu terdiri dari fruktosa dan glukosa. Beberapa orang percaya bahwa madu lebih baik dan sehat untuk dikonsumsi ketimbang gula. Hal ini disebabkan karena madu mempunyai kandungan gizi lain selain fruktosa dan glukosa, yaitu magnesium, kalum, antioksidan dan beberapa jenis vitamin.

Bahkan sudah ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa madu, khususnya madu hitam dapat membantu meredakan gejala batuk dan pilek serta mengatasi alergi akibat makanan. Namun, mengingat keduanya adalah pemanis alami yang mengandung jenis karbohidrat sederhana maka baik madu maupun gula, keduanya harus kalian batasi konsumsinya ya.

2. Kurma


Kurma
Rawpixel/Chanikarn Thongsupa

Kurma adalah sumber fruktosa, yang merupakan jenis gula alami yang ditemukan dalam buah. Kurma sangat manis dan juga memiliki rasa seperti karamel yang halus. Kurma akan menjadi pengganti gula putih, karena nutrisi, serat dan antioksidan yang kurma miliki.

Kurma menyediakan antioksidan dan memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, termasuk mengurangi risiko penyakit. Dibandingkan dengan jenis buah yang serupa, kurma tampaknya memiliki kandungan antioksidan tertinggi. Meskipun kurma tinggi serat dan nutrisi, kurma masih cukup tinggi kalori dan paling baik dikonsumsi dalam jumlah sedang.

3. Gula Aren


Gula Aren
Getty Images/iStockphoto

Dalam sebuah studi yang dilakukan, ditemukan bahwa gula aren mengandung kalium, zat besi, mangan, fosfor, zink, tembaga. Selain itu, pada gula aren ditemukan pula dosis kecil antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, dan antosianidin. Gula aren juga kaya vitamin B8 (inositol), asam folat, vitamin B1 (tiamin), dan vitamin B2 (riboflavin) yang berfungsi untuk membentuk sel-sel sehat.

Berdasarkan hal-hal tersebut, baik gula aren maupun gula pasir mengandung jumlah energi yang mirip dan sebagian besar energinya berasal dari karbohidrat. Keduanya juga sama-sama meningkatkan kadar gula darah dan meningkatkan risiko penyakit. Akan tetapi, gula aren tampaknya lebih unggul karena masih diperkaya beberapa mineral yang diperlukan tubuh dan sedikit kandungan antioksidan.

4. Stevia


Stevia

Stevia merupakan pemanis buatan dan pengganti gula yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Stevia terasa manis berkat kandungan steviol glycosides yang ada di dalamnya. Senyawa tersebut membuat stevia terasa 250-300 kali lebih manis dari sukrosa atau gula biasa.

Karena rasanya yang jauh lebih manis, stevia tidak perlu digunakan dalam jumlah terlalu banyak sebagai pemanis dalam makanan ataupun minuman. Walau jauh lebih manis jika dibandingkan dengan gula biasa, stevia tidak mengandung kalori loh. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes pun dilaporkan berkurang ketika mengonsumsi stevia.

5. Ekstrak Agave


Ekstrak Agave
Getty Images/iStockphoto/Pat Hastings/Bill Boch

Ektrak agave atau nektar agave memiliki kelebihan rendahnya indeks glikemik. Selain itu pengganti gula satu ini juga dapat mengurangi sensitivitas insulin yang mana tidak meningkatkan gula darah secara drastis. Hal ini dikarenakan ekstrak agave memiliki lebih banyak mengandung fruktosa dibanding dengan gula.

Proses pembuatannya pun memerlukan waktu yang lama, dihasilkan dari tanaman yang sama dengan tequila. Lalu, daun dipotong dan diambil getah dari inti tanaman tersebut yang disebut dengan pina. Selah melalui proses penyaringan dan pemanasan, akhirnya karbohidrat tersebut terurai menjadi gula. Kalorinya hampir sama dengan madu, bedanya ekstrak agave tidak mengandung antioksidan.

6. Sirup Maple


Sirup Maple
Unsplash/Eduardo Vázquez

Sirup maple terbuat dari cairan getah pohon maple. Lebih dari 80 persen sirup maple yang ada di dunia diproduksi di Kanada. Memiliki banyak kandungan zat-zat bermanfaat lain menjadikan sirup maple ini layak digunakan sebagai pengganti gula tebu biasa.

Sirup maple diketahui kaya akan kalsium, kalium, seng, dan juga mangan yang bermanfaat bagi tubuhmu. Akan tetapi, meski mengandung banyak zat bermanfaat lain daripada gula tebu biasa, kamu tetap tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan, ya.

7. Buah Monk


Buah Monk
Getty Images/iStockphoto/eskymaks

Buah Monk (Lo han kuo) atau yang juga dikenal dengan buah biksu merupakan buah yang berukuran kecil yang berbentuk bulat dan berasal dari Tiongkok Selatan. Buah ini dinamai dengan nama biksu yang pertama kali membudidayakannya berabad-abad lalu. Buah yang menjadi favorit para biksu ini memiliki kandungan gula yang alami, terutama fruktosa dan glukosa.

Buah monk mendapatkan rasa manisnya dari senyawa alami yang disebut dengan mogrosida. Ini membuat buah monk aman untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes karena buah ini tidak menyebabkan peningkatan gula darah. Buah monk juga tidak mengandung kalori, karbohidrat ataupun lemak, oleh karena itu buah ini menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Selain itu, intip juga artikel ini untuk mengetahui beberapa bahan pengganti santan dalam makanan agar hasilnya lebih sehat. Simak juga artikel ini untuk melihat beberapa bahan pengganti tepung dalam masakan.

You can share this post!

Related Posts