Jadi Momok Dunia, Pandemi COVID-19 Dipengaruhi Pola Perjalanan Global
Dunia
Pandemi Virus Corona

SARS CoV-2 memang sangat mudah menular, hal ini tak lepas dari semakin banyaknya penduduk dunia yang melakukan perjalanan dari negara satu ke negara lainnya.

WowKeren - Pandemi COVID-19 telah dengan cepat menyebar hingga menginfeksi puluhan orang di seluruh dunia. Adapun penyebaran yang sangat cepat ini didukung oleh perjalanan global.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, pola perjalanan global tidak semarak belakangan ini. Sehingga hal tersebut pun turut berimbas pada penyebaran virus yang amat cepat.

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Dwi Agustian mengatakan jika corona Sars Cov-2 tergolong unik. Kendati demikian, kehadiran virus corona bukanlah yang pertama kali di dunia.

Kehadiran virus SARS Cov ini pernah tercatat pada 2002-2003 lalu di Hong Kong. Pada saat itu, wabah corona terjadi dengan intensitas yang lebih mengerikan. Hal ini ditandai dengan fatality rate mencapai 20 persen.


Kendati demikian, ia mengakui jika SARS CoV-2 sangat mudah menular. Semakin hari semakin banyak penduduk dunia yang melakukan perjalanan dari negara satu ke negara lainnya.

Hal ini juga tak lepas dari semakin berkembangnya teknologi yang memungkinkan manusia untuk melakukan itu. Meningkatnya jumlah penerbangan antar negara dengan frekuensi yang lebih sering, mendorong kecepatan virus bergerak dari satu orang ke orang lain.

"Virus ini hanya bisa menimbulkan (sebaran yang sangat cepat) seperti ini di dunia modern, pada saat teknologi bisa membuat orang berinteraksi dengan cepat," kata Dwi di Graha BNPB, Jumat (23/10). "Pada 20 tahun lalu, virus ini tidak bisa menimbulkan efek biologis secara cepat."

Virus corona bisa dibilang masih baru dalam ilmu pengetahuan manusia. Sehingga berbagai penelitian pun dilakukan untuk mengetahui seluk beluk karakteristik virus ini. Dwi mengungkapkan sebuah studi di Bandung yang menemukan, dari 100 orang hanya 1 orang yang positif tanpa gejala.

"Artinya dengan kasus ini kita punya cukup waktu untuk mengumpulkan gejala-gejala dan risiko. Kita akan membahas lebih lanjut dan nantinya akan menjawab bagaimana karakteristik virus ini," ujarnya. "Bukti-bukti ini dikumpulkan dan datanya dicatat dengan baik."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts