Lonjakan Kasus COVID-19 Makin Ekstrem, Spanyol Umumkan Status Darurat Nasional Lagi
Anadolu Agency
Dunia
Pandemi Virus Corona

Keputusan penerapan kembali status darurat nasional diambil setelah rapat kabinet. PM Pedro Sanchez mengatakan pihaknya akan mencari segala cara untuk menghindari lockdown kedua.

WowKeren - Pemerintah Spanyol mengumumkan penerapan keadaan darurat nasional lagi karena terjadi lonjakan kasus virus corona (COVID-19) atau gelombang kedua di negeri tersebut. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyebut bahwa lonjakan kasus COVID-19 ini sangatlah ekstrem.

"Situasi yang kita lalui ini ekstrem," ujar Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dalam pernyataannya.

Dilansir dari CNN, keputusan penerapan kembali status darurat nasional itu diambil setelah rapat kabinet selama sekitar dua setengah jam. Langkah itu sendiri ditempuh setelah ada seruan dari berbagai wilayah di Spanyol agar otoritas setempat boleh memberlakukan jam malam sendiri.

Sejauh ini, keadaan darurat nasional ditetapkan hingga 15 hari ke depan. Namun, Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan tak menutup kemungkinan pemerintah meminta parlemen agar bisa memperpanjangnya hingga enam bulan ke depan atau sampai Mei 2021.

Dalam pernyataannya, Pedro Sanchez mengatakan selain ada kemungkinan pemanjangan, pemerintah juga tak menutup peluang keadaan darurat nasional ini bisa dicabut lebih awal. "Keadaan darurat adalah langkah paling efektif untuk menurunkan angka infeksi," paparnya.


Nantinya, di bawah status darurat, wilayah-wilayah di Spanyol bisa memiliki kekuatan untuk membatasi pergerakan masuk dan keluar warga. Selain itu, juga bisa memperpanjang jam malam disesuaikan dengan kondisi setempat. Sebelum penerapan status keadaan darurat nasional kali ini, Spanyol sudah melakukan penguncian total (lockdown) untuk mencegah penularan virus corona pada 15 Maret-21 Juni lalu.

Pedro Sanchez mengatakan pihaknya akan mencari segala cara untuk menghindari lockdown kedua. "Mari tinggal di rumah sebisa mungkin. Semakin kita diam di rumah, kita dan orang lain akan semakin terlindungi," imbuh Pedro Sanchez.

Spanyol sendiri menjadi negara pertama di Eropa yang mencatat akumulatif kasus COVID-19 lebih dari satu juta, dan hampir 35 ribu orang meninggal karenanya.

Kasus positif COVID-19 di Spanyol sendiri terdeteksi mulai yang pertama pada 31 Januari lalu. Sejauh ini, Negeri Matador tersebut telah mencatat 1,110,372 kasus COVID-19, dengan 34,752 jumlah kematian. Angka tersebut membuat Spanyol berada di urutan keenam sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia.

Sedangkan secara global, COVID-19 telah menginfeksi 43,3 juta penduduk dunia. Tercatat, ada lebih dari 1 juta orang tewas akibat virus ini, serta 31,904,913 pasien yang dinyatakan sembuh. Sementara itu, saat ini masih ada 10,282,179 kasus aktif yang terus ditangani di seluruh dunia.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts