Jumlah Suspek dan Kasus Aktif Terpaut Jauh, Begini Tanggapan Satgas COVID-19
https://covid19.go.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan layanan pemeriksaan terhadap suspek COVID-19

WowKeren - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 meminta pemerintah daerah agar terus meningkatkan layanan pemeriksaan terhadap suspek COVID-19. Hal ini bertujuan untuk mengurangi selisih jumlah suspek aktif dan kasus aktif yang kian melebar.

"Untuk dapat memastikan jumlah kasus aktif," kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, Selasa (27/10). "Satgas meminta kepada pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan jumlah testing kepada masyarakatnya."

Hingga Selasa, jumlah suspek COVID-19 tercatat sebanyak 169.479 orang. Sedangkan jumlah kasus aktif hingga hari ini mencapai 60.685 orang atau 16,4 persen.

Lebih jauh, Wiku mengimbau masyarakat yang merasakan gejala COVID-19 segera melakukan pemeriksaan. Hal ini guna memastikan kondisi kesehatan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera melakukan tes COVID-19 sebelum melakukan perjalanan sebagai syarat wajib.

"Bagi masyarakat, segera lakukan testing apabila merasakan gejala COVID-19," lanjut Wiku. "Dan apabila ingin melakukan perjalanan dengan moda transportasi yang mempersyaratkan testing ini."


Pemerintah daerah diingatkan untuk terus melakukan peningkatan terhadap kualitas layanan COVID-19 di rumah sakit. Sebagai langkah antisipasi terjadinya lonjakan kasus, maka Pemda juga diminta untuk memperbanyak rumah sakit darurat.

Jika Pemda mengalami kesulitan dalam menjalankan tugasnya untuk menangani pandemi corona di wilayahnya maka bisa meminta bantuan kepada pemerintah pusat baik. Bisa melalui Kementerian Kesehatan dan Satgas.

Lebih jauh, Wiku menyebut jika kasus sembuh di Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan lebih baik dari rata-rata dunia. Ia berharap agar kondisi ini bisa terus dipertahankan sehingga jumlah kematian akan semakin mengecil.

"Kasus sembuh di dunia ini akhir-akhir ini cenderung menurun. Sedangkan kasus sembuh di Indonesia persentasenya cenderung meningkat," ujar Wiku. "Ini adalah juga kabar baik yang harus kita pertahankan sehingga kita angka kesembuhannya bisa naik terus sehingga tidak ada yang meninggal."

Sementara itu, kemampuan RI dalam melakukan uji spesimen juga terus meningkat. Bahkan kekinian jumlahnya sudah melebihi target Presiden Joko Widodo.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts