Presiden Emmanuel Macron terus dikecam karena dianggap menghina Islam. Kekinian Macron membeberkan niat asli di balik sikap kontroversialnya itu yang ternyata demi melindungi umat Muslim.
- Elvariza Opita
- Rabu, 04 November 2020 - 11:12 WIB
WowKeren - Kontroversi tengah menyelimuti sosok Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sebab Macron dianggap telah menghina Islam lewat pembelaannya terhadap karikatur Nabi Muhammad SAW yang diterbitkan media Charlie Hebdo yang kemudian memicu amarah masyarakat Muslim dunia.
Macron pun muncul untuk memberi klarifikasi sekaligus menegaskan memahami alasan di balik amarah umat Muslim. Kendati demikian Macron juga meminta publik memahami bahwa dirinya hanya bermaksud untuk menumpas kelompok Islam radikal yang dinilainya juga demi melindungi umat Muslim.
"Saya memahami sentimen yang diungkapkan dan saya menghormati mereka. Tapi Anda harus memahami peran saya sekarang, untuk melakukan dua hal: mempromosikan ketenangan dan juga melindungi hak-hak ini," ujar Macron dalam wawancara eksklusifnya dengan Al Jazeera. "Saya akan selalu membela kebebasan untuk berbicara, menulis, berpikir, menggambar di negara saya."
Kendati membela kebebasan berpendapat Charlie Hebdo, Macron menegaskan bahwa karikatur yang diterbitkan di luar campur tangan pemerintah. "Karikatur itu bukan proyek pemerintah, tapi muncul dari surat kabar bebas dan independen yang tidak berafiliasi dengan pemerintah," tegasnya, dilansir pada Rabu (4/11).
Macron menilai, di dunia tengah ada upaya distorsi terhadap agama Islam. Sebab banyak yang melakukan kekerasan dengan dalih pembelaan terhadap agama Islam, yang pada akhirnya malah menyakiti kaum Muslim itu sendiri.
"Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan atas nama agama ini yang mereka klaim untuk dibela, mereka membunuh, mereka membantai," jelas Macron. "Hari ini ada kekerasan yang dilakukan oleh beberapa gerakan ekstremis dan individu atas nama Islam."
"Tentu ini menjadi masalah bagi Islam karena umat Islam adalah korban pertama. Lebih dari 80 persen korban terorisme adalah Muslim, dan ini adalah masalah bagi kita semua," imbuh presiden berusia 42 tahun tersebut.
Di sisi lain, kritikan dan kecaman terus dialamatkan kepada Macron atas pernyataannya itu. Termasuk di antaranya Presiden Joko Widodo yang ikut mengecam dan menilai pernyataan Macron sudah melukai hati umat Muslim di berbagai penjuru dunia.
Kelompok jihadis ekstrem Al Qaeda juga ikut mengancam Macron. Mereka menilai umat Muslim punya banyak hak untuk membunuh siapapun yang telah menghina Nabi Muhammad SAW.
(wk/elva)