Telinga berdengung, atau dalam bahasa medis disebut dengan tinnitus memanglah bukan kondisi yang serius. Namun, bagi beberapa orang, kondisi telinga ini bisa merupakan pertanda penyakit loh.
- Putri Stevania
- Kamis, 05 November 2020 - 20:32 WIB
WowKeren - Setiap orang pasti pernah mengalami telinga berdengung. Telinga berdengung, atau dalam bahasa medis disebut dengan tinnitus, adalah sensasi munculnya dering atau dengung di telinga akibat suatu kondisi. Tinnitus biasanya berkaitan dengan kondisi kehilangan pendengaran saat usia menua, cedera telinga, atau gangguan sistem sirkulasi.
Tinnitus bisa terjadi pada salah satu atau kedua telinga Anda. Umumnya, telinga berdenging terbagi menjadi dua jenis, yaitu tinnitus objektif dan subjektif. Perbedaannya yakni pada tinnitus objektif, kalian dan orang lain dapat mendengar kebisingan pada telinga sedangkan subjetif tidak.
Meskipun mengganggu, tinnitus bukanlah pertanda serius. Kondisi telinga berdenging ini dapat memburuk seiring bertambahnya usia. Namun, bagi beberapa orang, kondisi telinga ini bisa merupakan pertanda penyakit loh. Berikut tim WowKeren rangkum 7 penyakit yang bisa ditandai dengan telinga berdengung. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Penyakit Meniere
Penyakit yang umum ditandai oleh telinga berdengung adalah penyakit meniere. Penyakit ini adalah gangguan pendengaran yang umumnya disebabkan kelebihan cairan di dalam telinga, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan infeksi virus seperti meningitis. Salah satu gejala utama serangan penyakit Meniere adalah telinga berdenging atau tinnitus.
Selain itu, pengidap penyakit Meniere juga mengalami vertigo, yaitu kepala terasa pusing berputar yang muncul dan hilang secara mendadak. Pengidap Meniere juga akan merasakan tekanan pada telinga, kehilangan kemampuan pendengaran yang datang dan pergi, sebelum akhirnya kehilangan kemampuan pendengaran sepenuhnya.
2. Neuroma Akustik
Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh di saraf penghubung antara telinga dan otak. Penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala, seperti telinga berdengung, vertigo, dan hilang pendengaran. Tumor otak jinak ini tumbuh secara perlahan di saraf yang mengatur fungsi pendengaran dan keseimbangan.
Akibatnya, secara perlahan penderita neuroma akustik akan mengalami gangguan fungsi pendengaran dan gangguan keseimbangan. Neuroma akustik tidak menyebar ke bagian tubuh lain, namun pada kasus yang jarang terjadi, pertumbuhan neuroma akustik dapat menekan batang otak sehingga turut mengganggu fungsi otak.
3. Cedera Kepala Atau Leher
Benturan keras pada kepala akibat kecelakaan maupun kejadian lainnya bisa menyebabkan fungsi otak mengalami masalah dan trauma hebat. Akibatnya, akan ada banyak saraf yang jadi lebih sensitif, termasuk saraf pada telinga yang akhirnya membuat telinga berdengung.
Secara garis besar, cedera kepala atau leher sangat memengaruhi telinga bagian dalam, saraf pendengaran, atau fungsi otak yang berhubungan dengan pendengaran. Beberapa kecelakaan biasanya menyebabkan tinnitus pada salah satu telinga saja.
4. Gangguan Sendi Rahang
Masalah di rahang atau sendi temporomandibular (TMJ) dapat juga dapat menyebabkan tinnitus. Kalian mungkin merasakan adanya rasa sakit di sendi ini saat kamu mengunyah atau berbicara.
Sendi ini memiliki saraf dan ligamen yang sama dengan telinga tengah kalian. Segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mengatasi kelainan sendi ini sekaligus untuk membuat dengingan di telinga tidak bertambah buruk.
5. Infeksi telinga dan sinus
Banyak orang yang mungkin akan merasakan telinga berdenging ketika pilek. Hal ini sangat mungkin bisa terjadi karena adanya infeksi di sinus atau telinga yang memengaruhi pendengaran dan meningkatkan tekanan di sinus.
Apabila ini yang menjadi penyebab telinga berdenging, maka kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Namun jika ini tidak membaik seminggu atau sesudahnya, segeralah pergi ke dokter.
6. Aterosklerosis
Atherosclerosis atau aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penyebab umum penyakit jantung koroner (atherosclerosis heart disease). Arteri adalah pembuluh darah pembawa oksigen serta nutrisi dari dan ke jantung juga ke seluruh organ lain.
Tersumbatnya arteri akibat penumpukan plak kolesterol akan menghambat aliran darah ke organ-organ tubuh. Penumpukan kolesterol serta endapan lain membuat telinga tengah kehilangan elastisitas. Akibatnya aliran darah lebih kuat, dan Anda lebih peka terhadap ketukan/bunyi.
7. Hipertensi
Hipertensi ternyata bisa menyebabkan dengingan di telinga makin terasa. Bukan hanya tekanan darah, segala sesuatu yang meningkat dalam jangka pendek seperti stres, alkohol dan kafein dapat menjadi penyebab telinga berdenging, loh.
Mengerasnya arteri saat kondisi ini terjadi jadi pemicunya. Pembuluh darah yang dekat dengan telinga tengah dan dalam menjadi kurang elastis, sehingga aliran darah kamu menjadi deras dan terasa bersuara lebih keras.
Intip juga artikel ini yuk untuk mengetahui beberapa penyakit yang sering ditandai dengan kesemutan. Simak juga artikel ini untuk mengetahui beberapa penyakit yang mengintai kesehatanmu jika terlalu sering tidur di lantai.