Selain Alquran, Putin juga mengutip ayat-ayat dari kitab suci agama lain, termasuk Kristen dan Yudaisme. Ia mengutip ayat-ayat itu untuk bicara tentang kebaikan pada sesama.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 11 November 2020 - 07:25 WIB
WowKeren - Presiden Rusia Vladimir Putin untuk kesekian kalinya kembali mengutip ayat Alquran dalam pidatonya. Kali ini, Putin mengutip ayat Alquran dalam upacara peringatan Hari Persatuan Nasional Rusia pada 4 November lalu.
Pidato Putin tersebut disampaikan kepada perwakilan dari berbagai agama di Rusia melalui video-conference. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai agama.
Dalam pidatonya, Putin membaca surat Asy-Syura ayat 23 dengan terjemahan Alquran berbahasa Rusia. Ayat ini sendiri menjelaskan tentang perbuatan baik seseorang nantinya akan diganjar dengan balasan baik. Dalam QS asy-Syura ayat 23 Allah SWT berfirman:
"Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahp pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."
Tak hanya itu, dalam video tersebut Putin juga mengutip Surah al-Nahl ayat 128: "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan."
Selain mengutip Alquran, dia juga mengutip ayat-ayat dari kitab suci agama lain, termasuk Kristen dan Yudaisme. Putin mengutip ayat-ayat itu untuk berbicara tentang persahabatan, perbuatan baik dan pahala ilahi bagi mereka yang berbuat baik. Putin juga turut mengkritik pihak-pihak yang melukai perasaan umat beragama atas dalih kebebasan berbicara.
Ini bukanlah pertama kalinya Putin mengutip ayat Alquran. Saat menyampaikan pernyataan bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani setelah menggelar pertemuan tinggi di Ankara tahun lalu, Putin mengutip Surat Ali Imran ayat 103 ketika menyerukan perdamaian di Yaman.
"Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika mau dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya, kamu menjadi saudara," kata Putin di Ankara.
Kala itu, Putin diketahui telah meminta persetujuan Erdogan dan Rouhani sebelum mengutip ayat suci Alquran tersebut. Selain mengutip surat Ali Imran, Putin juga menyinggung ajaran Islam lain terkait bagaimana tindak kekerasan hanya dilegalkan untuk membela diri.
(wk/luth)