Wanita keturunan India tersebut berkomitmen bahwa pemerintahan yang dipimpin Biden dan dirinya bakal mengusung solusi dua negara bagi permasalahan Israel dan Palestina.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 11 November 2020 - 10:13 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih, Kamala Harris, mengatakan bahwa AS di bawah pemerintahan Joe Biden mendatang akan mengubah sejumlah kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump tentang Palestina dan Timur Tengah.
"Joe dan saya juga yakin pada kekuatan dan nilai dari setiap warga Palestina dan setiap warga Israel dan kami akan bekerja untuk memastikan bahwa Palestina dan Israel menikmati tindakan yang sama akan kebebasan, keamanan, kemakmuran dan demokrasi," ujar Harris.
Lebih lanjut, wanita keturunan India tersebut juga berkomitmen bahwa pemerintahan yang dipimpin Biden dan dirinya bakal mengusung solusi dua negara bagi permasalahan Israel dan Palestina. Sebagaimana diketahui, di era pemerintahan Trump terjadi perubahan besar yang menyimpang, di mana AS cenderung memihak Israel dan mengkampanyekan sikap anti-Palestina.
"Kami berkomitmen pada solusi dua negara, dan kami akan menentang setiap langkah sepihak yang merusak tujuan itu. Kami juga akan menentang aneksasi dan perluasan pemukiman," lanjut Harris.
Harris juga berjanji untuk membatalkan keputusan Trump mencabut organisasi yang memberikan bantuan kritis dan bantuan kepada Palestina. "Akan mengambil langkah segera untuk memulihkan bantuan ekonomi dan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, membuka kembali konsulat AS di Yerusalem Timur, dan bekerja untuk membuka kembali misi Palestine Liberation Organization (PLO) di Washington," tegasnya.
Harris juga menambahkan kalau pemerintahan yang dipimpin Biden bakal berdiri dengan masyarakat sipil dan pro-demokrasi di Suriah. Dia juga berjanji akan membantu memajukan penyelesaian politik di mana rakyat Suriah memiliki suara.
Wanita pertama yang menjadi wapres AS itu juga mengomentari larangan Muslim yang sangat kontroversial oleh Trump. Dia menegaskan bahwa diskriminasi dan kefanatikan tidak akan mendapat tempat dalam pemerintahan Biden-Harris.
"Pada hari pertama kami di kantor, Joe dan saya akan membatalkan perjalanan Muslim non-Amerika dan larangan pengungsi dan menjadikan Amerika, sekali lagi, sebagai tujuan penyambutan bagi para imigran dan pengungsi, termasuk dengan menaikkan batas penerimaan pengungsi," paparnya.
Sebagai informasi tambahan, pasangan capres-cawapres Biden-Harris berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence, meraih 214 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.
Para pemimpin dunia, termasuk sekutu AS telah memberi selamat kepada Joe Biden yang unggul dalam Pilpres AS. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Kanselir Jerman Angela Merkel, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
(wk/luth)