57 Tahun Beroperasi, Teleskop Raksasa Pemburu Alien Tutup Usai Rusak Parah
Dunia

Observatorium terbesar yang ada di Puerto Rico ini telah beroperasi selama 57 tahun. Selama beberapa bulan terakhir, teleskop raksasa ini mengalami 2 kerusakan besar.

WowKeren - National Science Foundation (NSF) AS pada Kamis (18/11) pekan ini mengagumkan Arecibo Observatory, teleskop radio raksasa miliki Amerika Serikat (AS) akan ditutup secara permanen. Teleskop ini selain digunakan untuk mendeteksi datangnya asteroid yang membahayakan bumi juga biasa digunakan untuk mencari tanda-tanda kehidupan makhluk di luar bumi atau alien.

Observatorium terbesar yang ada di Puerto Rico ini telah beroperasi selama 57 tahun. Selama beberapa bulan terakhir, teleskop raksasa ini mengalami 2 kerusakan besar. Pada Agustus lalu, observatorium terbesar di dunia ini sempat dihentikan sementara usai salah satu kabelnya terlepas dari soket.

Kabel jatuh hingga menusuk lubang sepanjang 100 kaki (30 meter) di reflektor selebar 1.000 kaki. Peristiwa yang sama terjadi awal bulan ini. Kabel yang putus telah membuat lubang baru di piringan dan merusak kabel di dekatnya. Insiden itu terjadi saat para teknisi bergegas menyusun rencana untuk memperbaikinya.

Kerusakan yang terjadi baru-baru ini sepertinya akan sulit diperbaiki. Sean Jones, asisten direktur Direktorat Matematika dan Ilmu Fisika di NSF, mengatakan jika perbaikan itu tidak dapat dilakukan tanpa membahayakan para staf di sana.


"NSF telah menyimpulkan bahwa kerusakan baru-baru ini pada teleskop 305 meter tidak dapat diatasi," kata dia seperti dilansir Reuters, Sabtu (21/11). "Tanpa membahayakan nyawa dan keselamatan kru dan staf kerja."

Bahkan, para teknisi masih belum bisa memastikan penyebab kerusakan kabel tersebut. "NSF telah memutuskan untuk memulai proses perencanaan untuk dekomisioning (penutupan) terkontrol dari teleskop 305 meter," tambah Jones.

Piringan reflektor observatorium seberat 900 ton yang tergantung 450 kaki di atasnya, terletak di hutan lembap. Teleskop ini telah beroperasi selama 57 tahun dan telah menghasilkan banyak penemuan penting terkait kondisi ruang angkasa.

Observatorium ini berjasa dalam mendeteksi Asteroid Bennu yang mendekati Bumi pada tahun 1999. Yang mana, penemuan ini menjadi cikal bakal NASA untuk mengirim wahana robotik ke sana.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts