Angka COVID-19 Terus Naik, Jepang Setop Sementara Program Genjot Pariwisata Lokal
Reuters/Edgard Garrido
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah Jepang memutuskan untuk menangguhkan sementara program subsidi 'Go To Travel' yang dijalankan oleh PM Yoshihide Suga untuk menggenjot sektor pariwisata lokal dan ekonomi Negeri Sakura tersebut.

WowKeren - Angka kasus harian COVID-19 di Jepang hingga saat ini terus meningkat. Jepang pun memutuskan untuk menangguhkan sementara program subsidi "Go To Travel".

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan bahwa kebijakannya tersebut telah banyak dikritik lantaran terlalu berfokus pada stimulasi ekonomi di tengah rekor jumlah infeksi. Keputusan ini diambil Suga setelah Jepang mencatat kasus baru COVID-19 2.500 yang rekor tertinggi untuk hari keempat berturut-turut.

Pada pertemuan gugus tugas pemerintah tentang langkah-langkah melawan virus, Suga mengatakan menerima pemesanan baru untuk perjalanan ke daerah-daerah di mana infeksi menyebar dengan cepat melalui kampanye akan dihentikan.

Pemerintah juga akan mempertimbangan penghentian penerbitan kupon diskon "Go To Eat" yang bertujuan mendorong makan di restoran. "Untuk menghindari situasi yang membutuhkan tindakan lebih kuat, kerja sama masyarakat sangat diperlukan,” ujarnya.


Selain itu, pemerintah setempat juga menyerukan kewajiban untuk memakai masker ke masyarakat demi mencegah penyebaran virus corona. Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggung jawab atas sebaran virus corona mengatakan dalam konferensi pers bahwa Badan Pariwisata Jepang sekarang sedang mengerjakan rincian penangguhan dan mereka diharapkan siap "tanpa memakan waktu lama."

Asosiasi Gubernur Nasional akan membahas bagaimana menanggapi keputusan pemerintah pada hari Senin (23/11). Sementara itu, partai-partai oposisi siap untuk menyerang Suga atas perubahan kebijakannya, yang dibuat tidak lebih awal tetapi pada hari pertama dari tiga hari akhir pekan.

"Partai oposisi telah mengatakan (kampanye) harus dibatalkan, tetapi pemerintah tidak pernah mendengarkan," kata Akira Koike, kepala sekretariat Partai Komunis Jepang.

Sebelumnya, Otoritas Tokyo telah meningkatkan level kewaspadaan COVID-19 hingga ke level tertinggi. Mereka bahkan meminta sejumlah perusahaan dan tempat usaha untuk kembali memangkas jam operasional.

Level kewaspadaan tingkat tertinggi di Tokyo dapat diartikan bahwa "infeksi (COVID-19) tengah menyebar" di seantero wilayah ibu kota Jepang. Meski memperlihatkan tren meningkat, jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19 di Jepang masih jauh lebih rendah dari negara-negara besar lainnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts