Kecam Aksi Pembunuhan di Sigi, Jusuf Kalla: Tumpas Gerakan Teror Sampai   ke Akarnya
Instagram/jusufkalla
Nasional

Sebelumnya, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora diduga membakar setidaknya tujuh rumah warga dan membunuh empat orang di Desa Lemban Tongoa pada Jumat (27/11).

WowKeren - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengecam aksi pembunuhan sadis yang menewaskan empat orang warga di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Jusuf Kalla menyebut bahwa aksi yang dilakukan kelompok terorisme tersebut melampaui batas kemanusiaan.

"Atas peristiwa yang menimpa satu keluarga yang menjadi korban aksi teroris di Sigi Poso, saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam, semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tutur Jusuf Kalla pada Minggu (29/11). "Saya juga mengecam keras aksi teroris yang melampaui batas batas kemanusiaan yang terjadi di Poso tersebut."

Menurut Jusuf Kalla, aparat kepolisian hingga TNI telah berusaha keras untuk menumpas gerakan terorisme. Namun, Jusuf Kalla berharap agar aparat terus berupaya untuk memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya.


"Tentunya aparat kepolisian atau keamanan telah melakukan usaha keras dalam menumpas gerakan teroris. Tapi lagi kita berharap aparat mengerahkan segala upaya menumpas gerakan teror sampai ke akar-akarnya agar mereka tidak berkeliaran lagi di Poso, demikian pula gerakan teror di wilayah lainnya di Indonesia ini," jelas Jusuf Kalla. "Dengan usaha keras aparat akan memulihkan rasa ketakutan masyarakat sekaligus memberi jaminan keamanannya."

Lebih lanjut, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa terorisme adalah musuh bersama umat manusia. Oleh sebab itu, perlawanan harus dilakukan secara bersama-sama tanpa rasa takut.

Sebelumnya, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora diduga membakar setidaknya tujuh rumah warga dan membunuh empat orang di Desa Lemban Tongoa pada Jumat (27/11). Serangan tersebut diduga kuat dilakukan oleh MIT karena saksi meyakini tiga orang di antara penyerang desa tersebut adalah buron yang dicari-cari oleh Satgas Tinombala.

Pemerintah Indonesia pun mengutuk keras aksi teror tersebut. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tak lupa meminta kepada seluruh pemimpin umat beragama di Sulteng agar tidak terprovokasi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts