Taiwan Setop Terima TKI Karena Banyak yang Kena COVID-19
Reuters/Beawiharta
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menurut Kepala Bidang Tenaga Kerja Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Purwanti Uta Djara, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Kantor Dagang Ekonomi Taiwan (TETO) mengenai kebijakan tersebut.

WowKeren - Taiwan resmi menghentikan keran penerimaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk sementara. Keputusan ini dikarenakan oleh peningkatan TKI positif virus corona (COVID-19) yang datang ke Taiwan.

Pada 30 November 2020 lalu, Taiwan hanya mengeluarkan keputusan pembatasan TKI untuk masuk ke negaranya. Namun Taiwan menyetop kedatangan TKI pada 2 Desember 2020.

Menurut Kepala Bidang Tenaga Kerja Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Purwanti Uta Djara, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Kantor Dagang Ekonomi Taiwan (TETO) mengenai kebijakan tersebut. Purwanti juga memastikan bahwa larangan ini tidak akan bersifat permanen.

"Sudah dihentikan sementara PMI (Pekerja Migran Indonesia) ke Taiwan. Dua minggu ya, terhitung 4-17 Desember 2020," jelas Purwanti dilansir Kumparan pada Rabu (2/12). "KDEI memastikan, keputusan ini tidak permanen. Pemerintah setempat memastikan bakal meninjau kembali keputusan tersebut usai larangan dua minggu rampung."


Diketahui, Taiwan sudah tidak memiliki penularan COVID-19 lokal sejak April 2020. Namun penularan COVID-19 masih muncul dari warga- warga asing, termasuk dari Indonesia, yang masuk ke Taiwan.

Saat ini, ada 250 ribu orang Indonesia yang bekerja di Taiwan, mayoritas bekerja di sektor rumah tangga. Melansir VOA, lebih dari 70 TKI yang datang ke Taiwan untuk bekerja dinyatakan positif COVID-19 sejak awal bulan ini. Banyak di antara mereka dinyatakan positif ketika sedang menjalani wajib karantina 14 hari./p>

Kemudian 20 dari 24 kasus COVID-19 baru yang dilaporkan di Taiwan pada Senin (30/11) berasal dari Indonesia. Total ada 103 orang yang tengah menjalani isolasi atau dirawat di rumah sakit di Taiwan akibat penyakit ini.

Oleh sebab itu, Taiwan akan memperketat pemeriksaan terhadap semua orang yang datang mulai depan. Semua orang yang akan masuk ke negara tersebut, termasuk warga Taiwan sendiri, diwajibkan memberi bukti hasil tes negatif COVID-19. Kawajiban tersebut sebelumnya tidak diharuskan untuk warga Taiwan.

Melansir worldometers pada Rabu (2/12), Taiwan telah melaporkan total 679 kasus positif COVID-19. Sebanyak 568 pasien dinyatakan sembuh dan tujuh pasien dilaporkan meninggal dunia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts