Jokowi Sebut Ekonomi RI Sudah Lewati Titik Terdalam: Sinyal Positif Makin Jelas
https://www.setneg.go.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sempat mengalami kontraksi minus 5,32 persen. Namun kondisi ini berangsur membaik. Pada kuartal ketiga, ekonomi domestik mencatat perbaikan

WowKeren - Sudah menjadi rahasia umum jika perekonomian Indonesia telah porak poranda dihantam badai COVID-19. Pemulihan yang dilakukan pun juga tidak akan mudah.

Kendati demikian, Presiden Joko Widodo menyebut jika perekonomian Indonesia telah melewati titik terdalam. Sehingga saat ini, ekonomi nasional tengah merangkak menuju ke arah perbaikan.

"Sinyal positif perekonomian sudah jelas, semakin jelas," kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Pertemuan Tahunan BI 2020 yang digelar secara virtual, melalui laman YouTube, Kamis (3/12).

Pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sempat mengalami kontraksi minus 5,32 persen. Namun kondisi ini berangsur membaik. Pada kuartal ketiga, ekonomi domestik mencatat perbaikan dengan tumbuh ke angka minus 3,49 persen. Sehingga Jokowi optimis jika perekonomian RI akan terus membaik ke arah yang positif.


"Artinya telah melewati titik terendahnya. Titik balik menuju membaik," kata Kepala Negara lagi. "Tren positif membaik, dan dengan momentum ini saya yakin kita akan bergerak lagi ke arah positif di triwulan keempat dan seterusnya."

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Kondisi ekonomi yang bergerak ke arah positif bisa dilihat pada sektor industri pengolahan yang merupakan kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) RI pada Oktober 2020. Begitu pula dengan neraca perdagangan yang surplus 8 miliar dolar Amerika Serikat pada kuartal III-2020.

Oleh sebab itu, Jokowi mengingatkan agar kondisi ini tetap berlanjut. Ia meminta gara masyarakat tetap hati-hati. Sebab walau bagaimanapun juga penanganan pandemi dan sektor perekonomian harus berjalan berdampingan.

Jika salah satu tidak kuat maka akan berimbas ke yang lain. Jokowi mewanti-wanti agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab jika tidak maka berpotensi memicu terjadinya gelombang kedua COVID-19.

"Momentum pertumbuhan yang positif ini tentu harus terus kita jaga. Kita harus tetap hati-hati," ujar Jokowi. "Tidak boleh lengah, dan kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, waspada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts