Bansos Sembako Rawan Dikorupsi, Pemberian BLT Bisa Jadi Solusi?
Nasional

Kasus korupsi bansos COVID-19 yang menjerat Mensos Juliari Batubara membuat banyak pihak menyarankan pemerintah agar menyalurkan bantuan tersebut dalam bentuk uang tunai atau Bantuan Langsung Tunai (BLT).

WowKeren - Bantuan sosial (bansos) sembako yang diniatkan sebagai salah satu penolong masyarakat di tengah pandemi COVID-19, malah dijadikan "ladang" korupsi di Kementerian Sosial (Kemenkes). Tak tanggung-tanggung, korupsi dalam penyaluran bansos ini melibatkan orang nomor satu di Kemensos yaitu Mensos Juliari Batubara.

Adanya kasus korupsi ini tentunya membuat banyak pihak menyarankan pemerintah agar menyalurkan bantuan tersebut dalam bentuk uang tunai atau Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sejalan dengan masukan itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun kini tengah mempertimbangkan agar bansos di tahun depan tak lagi dalam bentuk paket sembako.

Demi mencegah adanya kasus serupa terulang kembali, Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyarankan agar bansos sembako diganti dengan BLT. "Jadi dibanding program sembako memang bentuk cash transfer (BLT) lebih optimal," kata Bhima dilansir Kumparan, Minggi (6/12).

Hal senada juga diungkapkan Direktur Riset Core, Piter Abdullah. Piter juga menyarankan agar pemerintah memperkuat mekanisme pendataan penerima bansos. Merespon hal ini, Kementerian Keuangan pun mulai melakukan kajian terkait skema penyaluran bansos.


Mereka mulai mempertimbangkan agar bantuan untuk tahun depan disalurkan dalam bentuk uang tunai. Staf Khusus Kemenkeu Yustinus Prastowo mengungkapkan, pemerintah sudah melakukan pembahasan mengenai rencana tersebut.

Termasuk juga langkah penguatan database serta sistem integrasi dalam penyaluran bansos. "Pembahasan sudah ada dan terus dilakukan. Kami sependapat ke depan skema tunai itu ideal dan harus segera direalisasikan," ujar Yustinus Prastowo, Minggu (6/12).

Sementara itu, diketahui bahwa Kemensos akan tetap menyelesaikan semua program yang sudah terjadwal di tahun 2021. Salah satu programnya adalah penyaluran dana bansos.

"Kemensos akan tetap bekerja keras melaksanakan dan menyelesaikan semua program yang reguler maupun yang khusus, dari sisa kegiatan kami di 2020 yang akan berakhir," ujar Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube, Minggu (6/12).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait