Pemerintah Jerman memerintahkan untuk menutup seluruh sekolah, pertokoan non-esensial, dan salon akibat lonjakan baru kasus COVID-19. Tak hanya itu, Jerman juga akan kembali menerapkan lockdown parsial.
- Nidya Putri
- Selasa, 15 Desember 2020 - 13:14 WIB
WowKeren - Pemerintah Jerman memerintahkan untuk menutup seluruh sekolah, pertokoan non-esensial, dan salon akibat lonjakan baru kasus COVID-19. Kanselir Jerman, Angela Merkel, menuturkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) parsial ini dilakukan demi menghentikan kenaikan kasus penularan corona baru di negara dengan perekonomian terbesar kedua di Eropa itu.
Lockdown parsial rencananya akan berlaku mulai pekan ini hingga 10 Januari mendatang. Penerapan lockdown ini berlangsung menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Dengan mobilitas yang meningkat muncul berbagai kontak antar-manusia selama periode sebelum Natal ini. Karenanya, Jerman sekarang berada dalam pertumbuhan eksponensial jumlah infeksi corona," bunyi kebijakan yang disepakati pemimpin negara bagian dan Merkel pada Minggu (13/12). "Oleh karena itu, adalah tugas kami untuk mencegah sistem kesehatan kolaps dan itulah mengapa ada kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan ini."
Selain menutup pertokoan dan sekolah, Jerman juga mendesak seluruh perusahaan mengizinkan karyawan bekerja dari rumah atau menerapkan perpanjangan libur. Kebijakan lockdown parsial ini juga melarang penjualan alkohol di tempat-tempat umum, terutama bar dan bazar minuman alkohol seperti anggur yang populer di kalangan warga Jerman menjelang Natal.
Merkel sendiri telah memperingatkan masyarakat untuk lebih taat menjalani protokol kesehatan, terutama dalam hal membatasi kontak dengan orang lain, jika tidak ingin liburan Natal dan Tahun baru ini menjadi yang terakhir dirayakan bersama keluarga.
"Jika kita terlalu banyak menjalin kontak dengan orang lain sekarang sebelum Natal, dan itu membuat tahun ini menjadi Natal terakhir bersama keluarga, maka kita gagal. Kita tidak boleh membiarkan itu," kata Merkel dalam rapat anggaran di Parlemen Jerman (Bundestag), Rabu (9/12).
Sebelumnya, pada awal Novermber lalu, Jerman juga kembali menutup fasilitas rekreasi dan budaya, serta melarang makan di restoran dan kafe setelah mendapati lonjakan penularan corona. Langkah-langkah tersebut terbukti memperlambat lonjakan penularan corona baru di Jerman.
(wk/nidy)